Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax Plus, Bolehkah.Com – Pertanyaan mengenai bolehkah mencampur premium dengan pertamax plus makin sering muncul seiring makin banyaknya orang yang ingin menghemat biaya.

Gambar Foto Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax Plus Menurut Ahli MesinPremium dengan harga lebih bersahabat tentu lebih banyak diminati. Namun faktor biaya ternyata bukan satu-satunya alasan pencampuran tersebut sering terjadi.

Faktor nilai oktan kerap jadi sebab. Bagaimana bisa? Apakah pencampuran tersebut menjadikan perubahan nilai? Mari kita tengok disini.

Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax Plus – Mencari Keseimbangan

Premium adalah bahan bakar minyak yang berwarna jernih kekuningan dan dipasarkan oleh Pertamina.



Harganya yang relatif murah (termurah diantara bahan bakar lain) disebabkan oleh subsidi dari Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN). Tak heran jika bahan bakar minyak yang satu ini menjadi yang terlaris di Indonesia.

Pertamax plus yang hadir bersama pertamax pada akhir Desember 1999 memberikan tawaran yang berbeda.

Berstandar bahan bakar dengan performa internasional, pertamax plus memiliki nilai oktan mencapai 95.

Selisih harga dan nilai oktan yang cukup signifikan ini kerap dijadikan alasan sebagian besar orang untuk mencamput kedua bahan bakar minyak bersangkutan.

Salah satu faktor lain yang kerap jadi alasan selain faktor biaya adalah menyeimbangkan nilai oktan. Premium dengan nilai oktan 88 tentu berselisih cukup jauh dengan pertamax plus yang memiliki nilai oktan 95.

Dengan mencampurkan kedua bahan bakar tersebut maka didapatlah nilai 91.5 oktan dengan harga yang cukup miring dibanding dengan membeli pertamax biasa. Namun adakah dampak tertentu bagi kerja mesin?

Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax Plus – Serupa Tapi Tak Sama

Ya, kedua bahan bakar minyak yang sudah kita bahas tadi sama-sama berfungsi untuk mengoptimalkan kerja mesin.

Gambar Foto Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax Plus Apakah Aman untuk MesinNamun tak akan lagi optimal jika keduanya sudah dicampur. Pada dasarnya seluruh mesin kendaraan apapun membutuhkan bahan bakar untuk membuat mesinnya mampu bekerja.

Yang perlu menjadi catatan adalah penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan yang tinggi belum tentu membuat kinerja mesin menjadi maksimal.




Premium yang masih mengandung timbal lebih cocok digunakan pada kendaraan yang belum berteknologi tinggi dan tidak menggunakan mesin modifikasi.

Penggunaan premium pada mesin teknologi tinggi mengakibatkan pembakaran tidak sesuai dengan gerakan piston dan membuat tenaga mesin berkurang.

Pertamax plus menjadi pilihan terbaik bagi para pengguna kendaraan dengan mesin berteknologi tinggi.

Selain bebas timbal, bahan bakar yang satu ini mampu membersihkan ruang pembakaran mesin dan mencegah munculnya karat pada saluran tangki bahan bakar.

Penambahan zat adiktif saat diproses di kilang minyak membuat pertamax plus juga membuat pertamax plus ramah lingkungan.

Itulah sebabnya sangat dianjurkan pada para pemilik kendaraan keluaran baru, terutama mobil, untuk menggunakan pertamax plus guna menghindari kerusakan mesin.

Mencampur kedua bahan bakar tersebut tentu berpotensi merusak mesin. Jika ingin mencampur dengan tujuan menghemeat biaya, disarankan agar komposisi pertamax plus lebih banyak dibanding premium.

90:10 atau setidaknya 80:20 masih disarankan agar premium tidak merusak kinerja mesin keluaran baru maupun mesin dengan teknologi injeksi.

Namun alangkah lebih bijak jika tidak mencampurnya dan pilih salah satu bahan bakar sesuai jenis mesin yang dimiliki.

Satu hal yang tak kalah penting dari memilih bahan bakar adalah perawatan terhadap mesin itu sendiri.

Bahan bakar semahal apapun tak akan bekerja secara maksimal tanpa diikuti perawatan mesin yang rutin dan terkontrol.

Baca juga: Bolehkah Mencampur Premium dan Pertamax?

Melakukan pencampuran bisa jadi opsi lain setelah perawatan mesin rajin dilaksanakan. Semoga penjelasan tadi membantu menjawab pertanyaan perihal bolehkah mencampur premium dengan pertamax plus.


referensi: viva, otonity

Jika suka
tekan "Like!", ya

Gabung di Twitter !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here