Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax?

0

Bolehkah mencampur Premium dengan Pertamax? Bolehkah.Com – Ada yang menjawab boleh, ada yang menolaknya. Lantas, bagaimana sebaiknya? Pertamax sendiri diperkenalkan untuk mengganti Premix 98 pada tahun 1999.

Gambar Foto Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax Menurut Ahli MesinSejak itu pula selalu terjadi perdebatan terkait bahan bakar ini. Apalagi sejak pemerintah mulai melarang kendaraan mewah pribadi menggunakan BBM bersubsidi (Premium).

Jelas banyak yang tak setuju. Makanya, tak sedikit yang memilih untuk mencampurkan kedua bahan bakar tersebut.

Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax – Perbedaan Premium dan Pertamax

Premium adalah jenis bahan bakar yang disubsidi oleh APBN. Makanya harganya paling murah dari jenis bahan bakar lainnya.



Berjenis distilat dan berwarna kekuningan adalah cirinya. Premium memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) 88. Bahan bakar ini juga masih polos tanpa adanya tambahan zat apapun.

Sedangkan Pertamax adalah bahan bakar nonsubsidi. Tentu ini mengakibatkan harganya menjadi lebih mahal daripada premium.

Nilai oktannya adalah 92. Pertamax telah mendapat tambahan zat adiktif saat diolah. Zat ini berfungsi sebagai pembersih. Warna Pertamax adalah kebiruan jernih.

Sebenarnya ada lagi satu jenis bahan bakar yang populer, yaitu Pertamax Plus. Namun kali ini tidak akan dibahas tentang itu.

Nah, setelah mengetahui tentang apa itu Premiun dan Pertamax, maka jelas sudah perbedaan keduanya.



Perlu juga diketahui bahwa semakin tinggi nilai oktan, maka semakin lama bahan bakar tersebut terbakar spontan.

Ini dapat mengakibatkan ruang bakar menjadi bersih dan mengurangi kadar emisi pada gas buang.

Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax, Bahayakah?

Menurut Mochamad Harun selaku Vice President Komunikasi PT Pertamina, banyak pengguna kendaraan pribadi yang tetap menggunakan BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax.

Walaupun sudah diimbau oleh pemerintah, kejadian ini tetap saja terjadi. Pihaknya jadi khawatir soal ketersediaan BBM subsidi (Premium).

Gambar Foto Bolehkah Mencampur Premium dengan Pertamax Bahayakah apa ManfaatnyaLama-kelamaan bisa saja habis digunakan oleh pihak yang kurang tepat sasaran. Nah karena itu, beliau menyarankan untuk mencampurkan Premium dengan Pertamax.

Jika dilihat dari segi ekonomis, memang cara ini bisa menjadi salah satu alternatif. Masyarakat juga berpikir bahwa mencampur bahan bakar beroktan 88 (Premium) dengan yang beroktan 92 (Pertamax) akan menghasilkan bahan bakar beroktan 90. ini dirasa sudah lumayan daripada mesti membeli Pertamax yang mahal.

Memang benar, mencampur kedua bahan bakar ini tidak akan merusak mesin. Namun berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Seperti yang telah dijelaskan, Pertamax mengandung zat adiktif yang berfungsi sebagai pembersih.




Jika mencampurnya dengan Premium memang dapat merubah kadar oktannya. Tapi kerugiannya adalah kehilangan zat adiktif tadi.

2. Untuk menyiasati ketiadaan zat adiktif tersebut, disarankan untuk menambahkannya secara manual.

Salah satunya dengan bahan yang mengandung PEA (Poly Ether Amine) dan anti Rust Agent.

3. Bila memang ingin mencampurnya, usahakanlah untuk melebihkan jumlah Pertamax daripada Premium.

Bisa dengan perbandingan 4:1. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga kondisi mesin kendaraan.

4. Jangan lupa untuk selalu merawat mesin kendaraan dengan cara membawanya ke bengkel resmi.

Karena efek pada tiap kendaraan jelas berbeda. Tergantung dari ketahanan mesin, seberapa sering mencampur bahan bakar, dan lain-lain.

5. Selalu ingat, tiap kendaraan dibuat dengan spesifikasinya khusus. Karena itu, untuk perawatan terbaik, usahakanlah menggunakan jenis bahan bakar sesuai dengan spesifikasi mesin masing-masing.

Demikianlah pembahasan mengenai Premium dan Pertamax. Kedua bahan bakar ini sama-sama bagus.

Temukan Jawaban: Bolehkah Mencampur Pertalite dan Pertamax?

Tergantung bagaimana penggunaannya dan juga jenis mesin kendaraan yang menggunakannya. Tidak boleh juga melarang untuk mencampurkan keduanya. Semua jelas memiliki pertimbangan sendiri-sendiri.

Karena itu jika ditanya, bolehkah mencampur Premium dengan Pertamax? Maka jawabannya kembali lagi pada diri masing-masing.


referensi: jpnn, autochemindustry

 

 

Jika suka
tekan "Like!", ya

Gabung di Twitter !




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here