Bolehkah memiliki 2 kartu BPJS? Bolehkah.Com – Pertanyaan ini tentunya sering muncul di antara para peserta BPJS. Jawabannya pun sudah pasti: tidak boleh.

Gambar Foto Bolehkah Memiliki 2 Kartu BPJS Menurut Peraturan PemerintahSebab, setiap peserta BPJS mendapatkan satu nomor induk yang didapatkan dari 1 NIK dan KK. Tentunya, memiliki dua kartu BPJS akan membingungkan pengelola fasilitas kesehatan yang menerima klaim peserta BPJS.

Lantas, mengapa keadaan seperti ini bisa terjadi? Apakah ada konsekuensi hukum yang ditimbulkan? Simaklah uraian berikut ini guna mendapatkan informasi lebih lanjut.

Bolehkah Memiliki 2 Kartu BPJS – Peraturan BPJS

BPJS merupakan Badan Pengelola Jaminan Sosial, atau juga dikenal dengan nama Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan.

Badan ini ditunjuk oleh pemerintah sebagai pengelola Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Dasar penunjukkannya adalah Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2013.

Menurut kedua peraturan ini, yang dimaksud dengan Jaminan Kesehatan Nasional, atau Jaminan Kesehatan, adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan yang diberikan kepada peserta.

Tujuan diberikannya jaminan ini adalah supaya peserta mendapatkan manfaat kesehatan dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar di bidang kesehatan.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, pemerintah menarik iuran dengan besaran tertentu dan jumlah iuran yang dikumpulkan nantinya akan dibagikan kembali guna memenuhi kebutuhan mendasar kesehatan tersebut.

Sebagaimana yang sudah diketahui, persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS adalah:

  1. KTP/SIM/Paspor asli dan salinannya
  2. Pasfoto berukuran 3×4 lembar
  3. Kartu Keluarga
  4. Buku Nikah (khusus untuk peserta yang sudah menikah)
  5. Salinan buku tabungan

Setelah mengikuti prosedur pendaftaran, semua berkas ini akan diproses dan dalam waktu tujuh hari kartu BPJS dapat diambil di kantor BPJS terdekat.

Setiap peserta hanya akan mendapatkan satu kartu saja sebab, sebagaimana disinggung di atas, setiap kartu BPJS memiliki satu nomor induk yang didasarkan pada berkas pendaftaran. Jadi, ketika ada kartu BPJS ganda, maka ada beberapa kemungkinan yang terjadi.

Pertama, belum ada sinkronisasi antara Dirjen Dispendukcapil dan BPJS Kesehatan. Akibatnya, kesalahan dalam pencatatan data masih dapat terjadi.

Kedua, Badan Usaha selaku Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara mendaftarkan karyawannya ke BPJS, sementara karyawan bersangkutan sudah terdaftar. Akibatnya, karyawan ini memiliki dua kartu peserta BPJS.

Sebenarnya, masih ada kemungkinan yang lain yaitu penipuan. Jika memang kemungkinan terakhir ini terjadi, maka pelaku penipuan ini akan dijerat sesuai pasal yang berlaku.

Bolehkah Memiliki 2 Kartu BPJS – Contoh Kasus

Gambar Foto Bolehkah Memiliki 2 Kartu BPJS bagi Masyarakat KayaSebagai dijelaskan dalam bagian sebelumnya, kartu BPJS ganda yang diakibatkan oleh penipuan dapat berujung pada proses hukum.

Salah satu contoh penipuan yang mungkin masih dapat diingat adalah penipuan pendaftaran peserta BPJS di Desa Kertajaya, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Tersangka dalam kasus ini adalah Ana Sumarna yang ialah Ketua Yayasan Rumah Peduli Duafa.

Modusnya adalah tersangka mendatangi 175 dari 810 kepala keluarga yang sudah terdaftar sebagai calon Peserta BPJS dan mengiming-imingi kemudahan pendaftaran BPJS.

Di dalam melaksanakan modusnya, tersangka mengaku sebagai karyawan BPJS dan meminta sejumlah persyaratan yaitu fotokopi KK, fotokopi KTP, foto peserta, dan uang sebesar Rp 100.000,00.

Kasus ini terkuak setelah 175 KK tersebut membawanya ke puskesmas terdekat untuk berobat.

Petugas puskesmas bersangkutan mengetahui adanya kekeliruan yaitu nomor kartu yang acak dan tidak seusai dengan nomor kartu yang resmi.

Tersangka kemudian dijerat dengan Pasal 378 dan Pasal 263 KUH Pidana dengan ancaman hukum di atas lima tahun penjara.

Ringkasnya, memiliki 2 kartu BPJS tidak diperbolehkan. Sebab, kartu ini hanya memiliki satu nomor induk yang digunakan oleh satu orang peserta.

Apabila ada kepemilikan ganda, kepemilikan tersebut bisa disebabkan oleh kekeliruan sistem, kekeliruan koordinasi, atau penipuan.

Apabila disebabkan oleh penipuan, maka penipuan ini pastinya akan diproses secara hukum. Demikianlah uraian tentang bolehkah memiliki 2 kartu BPJS dan semoga uraian ini menambah wawasan para pembaca.


Referensi: Pasiensehat, staff UGM, detiknews

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
28Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here