Bolehkah Tidak Ikut BPJS Kesehatan? Bolehkah.Com – Kalau berbicara tentang Program BPJS Kesehatan, pasti ada pertanyaan yang sering muncul seperti “Bolehkah tidak ikut BPJS Kesehatan?”.

Gambar Foto Bolehkah Tidak Ikut BPJS Kesehatan Bagi Masyarakat Tidak MampuMemang kewajiban menjadi anggota BPJS Kesehatan selalu menjadi bahan perdebatan, apalagi kalau sudah dihubungkan dengan kewajiban membayar iuran BPJS meskipun tidak menggunakan layanan tersebut.

Maka dari itu, beberapa penjelasan di bawah ini niscaya dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Apakah Wajib Menjadi Peserta BPJS?

BPJS Kesehatan merupakan sebuah program jaminan sosial yang dibentuk oleh pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan mengedepankan prinsip gotong royong.

Prinsip gotong royong yang dimaksud adalah masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan membantu peserta lain yang sakit dengan cara memberikan atau membayar iuran setiap bulan.

Besarnya iuran BPJS Kesehatan terdiri dari 3 kelas. Ketiga kelas tersebut tidak memiliki perbedaan khusus untuk sistem pelayanannya, yang menjadi pembeda adalah ruang perawatan yang didapatkan dari masing-masing kelas.

Dengan demikian, menjadi peserta atau anggota BPJS itu tentu sangat bermanfaat dan berguna kalau sewaktu-waktu mengalami sakit karena biaya yang ditanggung juga menjadi lebih ringan.

Lalu, apakah menjadi peserta BPJS adalah hal yang wajib? Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menyebutkan program BPJS Kesehatan wajib diikuti oleh seluruh penduduk Indonesia, sehingga menjadi peserta BPJS Kesehatan merupakan hal yang wajib.

Dikarenakan peserta BPJS Kesehatan itu wajib, maka kepesertaan BPJS Kesehatan tidak bisa dibatalkan maupun diberhentikan. Namun, hal tersebut menjadi pengecualian bagi peserta BPJS Kesehatan yang meninggal dunia.

Selain itu, iuran BPJS Kesehatan juga wajib dibayarkan setiap bulannya dan bagi peserta yang tidak membayar iuran dalam jangka waktu tertentu, maka peserta itu akan mendapatkan sanksi berupa denda keterlambatan dan tagihan biaya yang menjadi tunggakan sesuai dengan kelas BPJS peserta itu.

Kalau peserta tidak melunasi iuran BPJS yang ditagihkan beserta dengan denda keterlambatan, maka status kepesertaan akan dihentikan untuk sementara yang menyebabkan peserta tidak dapat menggunakan layanan BPJS sampai peserta itu melunasi tagihan iuran BPJS yang tertunggak dan denda keterlambatan.

Hal ini pastinya akan sangat merugikan karena peserta tidak dapat menghentikan kepesertaan BPJS Kesehatan dan peserta tidak akan bisa menggunakan layanan jaminan sosial setelah lunas semua tunggakan dan denda keterlambatan.

Sanksi Tidak Ikut BPJS Kesehatan

Gambar Foto Bolehkah Tidak Ikut BPJS Kesehatan Mengapa dan Apa SanksinyaAdakah sanksi tidak mengikuti atau mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan?

Ya, ada Regulasi JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang mengatur sanksi tersebut yaitu pencabutan hak atas sebagian layanan publik.

Sanksi tersebut ada dalam Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2015. Ada beberapa kewajiban yang dikenakan terkait dengan JKN, yang diantaranya adalah:

  1. Setiap orang wajib mendaftarkan anggota keluarganya dan dirinya sendiri.
  2. Memberikan data diri dan pekerjaan beserta anggota keluarganya kepada BPJS Kesehatan secara benar dan lengkap
  3. Melaporkan perubahan data dalam jangka waktu selambat-lambatnya 7 hari kerja kepada BPJS Kesehatan.

Nah, sanksi yang diberikan oleh BPJS Kesehatan terbatas untuk pemberi kerja saja.

Hal tersebut diatur dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang dimuat dalam Pasal 17 ayat (2) tentang sanksi administratif yang berupa:

  1. denda;
  2. teguran tertulis; dan
  3. tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu.

Kesimpulan Bolehkah Tidak Ikut BPJS Kesehatan

Nah, sekarang sudah jelas bahwa mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan adalah yang wajib dan kalau sampai tidak mendaftarkan diri, maka akan dikenakan sanksi.

Selain itu, dengan mengikuti kepesertaan BPJS Kesehatan, akan ada banyak manfaat yang didapat.

Baca juga: Mendafatr BPJS Diwakilkan, Bolehkah?

Dengan begitu, pertanyaan “Bolehkah tidak ikut BPJS Kesehatan?” telah terjawab dan semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat.


referensi: bpjs-kesehatan.net, bpjs-kis, panduanbpjs

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
18Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here