Bolehkah membayar BPJS telat? Bolehkah.Com – Pertanyaan ini seringkali muncul di antara para peserta BPJS, terutama peserta yang memiliki segudang kesibukan.

Gambar Foto Bolehkah Membayar BPJS Telat Apa DendanyaSekedar perlu diketahui, BPJS merupakan kepanjangan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yaitu badan yang mengelola Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN.

JKN ini merupakan program sejenis asuransi bagi warga kelas menengah ke bawah.

Sehubungan dengan pembayaran iuran BPJS, keterlambatan jelas dapat diterima atau, dengan kata lain diperbolehkan.

Namun, keterlambatan ini justru mendatangkan beberapa konsekuensi. Apa sajakah konsekuensi yang ditimbulkan? Perhatikanlah ulasan di bawah ini.

Bolehkah Membayar BPJS Telat – Dasar Hukum

Yang menjadi dasar diberlakukannya sistem JKN ini adalah Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Menurut Pasal 1 Peraturan Presiden ini, yang dimaksud dengan Jaminan Kesehatan adalah “jaminan berupa perlindungan kesehatan supaya peserta jaminan ini mendapatkan kesehatan dan perlindungan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.”

Pasal 1 ini juga menyebutkan penunjukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan¹) sebagai badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan.

Sebagaimana sudah disebutkan, BPJS mengelola pembayaran iuran jaminan kesehatan.

Masih di dalam Pasal 1, iuran yang dikumpulkan ini nantinya akan didistribusikan kembali kepada peserta yang membutuhkan terutama fakir miskin.

Mengingat manfaatnya yang besar bagi pemenuhan kesehatan masyarakat, keterlambatan pembayaran iuran pastinya akan menjadi gangguan tersendiri.

Gangguan ini pun dapat menjadi signifikan ketika sejumlah besar orang terlambat membayar iuran yang dimaksud.

Sehubungan dengan keterlambatan tersebut, Pasal 17 ayat 5 Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 menyatakan bahwa peserta BPJS akan dikenakan denda maksimal sebesar 2% perbulan dari total iuran yang tertanggung.

Kemudian, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 yang mengubah Peraturan Presiden Republik Indoensia Nomor 12 Tahun 2013 mengubah besaran denda ini menjadi 2,5%.

Jadi, konsekuensi pertama yang dialami ketika terlambat membayar BPJS adalah denda sebesar 2,5% dari biaya perawatan ( apabila menggunakan layanan BPJS dalam jangka waktu 45 hari sejak tanggal pengaktifan kartu kembali)

Namun, jika dalam jangka waktu 45 hari sejak pengaktifan kartu tidak menggunakan layanan BPJS, maka hanya cukup membayar iuran yang tertunggak saja.

Adapun konsekuensi yang lain adalah:

  1. Kepesertaan akan diblokir sehingga kartu anggota BPJS tidak dapat digunakan untuk berobat
  2. Tunggakan wajib dibayarkan sekaligus dan tidak dicicil guna mendapatkan pengaktifan kartu anggota BPJS.
  3. Anggota keluarga tidak dapat didaftarkan sebagai peserta BPJS selama keanggotaan belum diaktifkan.
  4. Tidak akan mendapatkan Pelayanan Publik tertentu, seperti:
  • Izin Mendirikan Bangunan
  • Surat Izin Mengemudi
  • Sertifikat Tanah
  • Paspor
  • Surat Tanda Nomor Kendaraan

Namun, semua konsekuensi ini tidak akan membuat peserta dikeluarkan dari keanggotaan BPJS.

Pengaktifan Keanggotaan

Gambar Foto Bolehkah Membayar BPJS Telat dari Tanggal 10Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengaktifkan kembali keanggotaan BPJS?

Guna mengaktifikan kembali keanggotaan BPJS, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Adapun langkah-langkah tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

  1. Membayar tunggakan terlebih dahulu
  2. Jumlah tunggakan yang tertanggung harus dilunasi terlebih dahulu. Adapun jumlah tunggakan yang dihitung tertanggung peserta adalah 12 bulan. Jadi, jika jumlah tunggakan melewati masa 12 bulan, maka tunggakan yang dihitung adalah tunggakan sampai dengan bulan ke 12 dari pembayaran terakhir.
  3. Besaran denda maksimal Rp 30.000.000,00
  4. Jika setelah dihitung besaran denda 2,5% selama 12 bulan mencapai lebih dari Rp 30.000.000,00, maka jumlah yang dibayarkan paling tinggi hanyalah sebesar Rp 30.000.000,00. Perlu diingat sekali lagi bahwa pembayaran denda ini tidak boleh dicicil.

Guna menghindari konsekuensi keterlambatan ini, ada baiknya iuran BPJS selalu dibayarkan pada tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya.

Apabila tanggal 10 jatuh pada hari libur, maka pembayaran dapat dilakukan pada hari berikutnya dan ini tidak diperhitungkan sebagai denda.

Pembayaran pun dapat dilakukan dengan mudah, mengingat sekarang banyak tersedia gerai pembayaran seperti Indomaret dan Alfamart.

Kesimpulan Bolehkah Membayar BPJS Telat

Pada dasarnya, keterlambatan membayar iuran BPJS memang diperbolehkan namun peserta harus bersiap menghadapi konsekuensi yang ada.

Demikianlah uraian tentang bolehkah membayar BPJS telat dan semoga uraian ini bermanfaat bagi para pembaca.

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here