Bolehkah Pramugari Memakai Softlens? Bolehkah.Com – Pertanyaan ini sering menyeruak ketika banyak wanita berbakat hendak mendaftarkan dirinya sebagai pramugari.

Gambar Foto Bolehkah Pramugari Memakai Softlens Menurut Peraturan MaskapaiJawaban terhadap pertanyaan ini sudah jelas: boleh.

Namun demikian, masih banyak maskapai yang memberlakukan pelarangan pemakaian softlens dan bahkan tidak menerima pendaftar yang bermata minus.

Apakah hal ini tidak bertentangan dengan undang-undang? Perhatikan ulasan berikut guna mendapatkan jawaban lengkap.

Dasar Hukum dan Alasan Pelarangan Softlens Bagi Pramugari

Salah satu dasar hukum yang dapat digunakan untuk membenarkan bahwa pramugari boleh mengenakan softlens adalah Undang-Undang Nomor 2013 tentang Ketenagakerjaan.

Pasal 5 dalam undang-undang ini menyatakan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan kesempatan kerja yang sama tanpa diskriminasi apapun dari pengusaha.




Pasal 6 undang-undang yang sama pun juga memperkuat pernyataan.

Di dalam Pasal 6 tersebut disebutkan bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi apapun.

Mengingat kondisi mata minus tidak dikehendaki siapapun, dan dalam beberapa kasus bersifat bawaan, maka pengusaha, dalam hal ini pemilik maskapai, tidak berhak untuk menolak atau memberhentikan pramugari bermata minus.

Jika pengusaha memutuskan hubungan kerja dengan alasan kelainan fisik, maka pemutusan hubungan kerja tersebut tidak akan berlaku.

Pasal 153 ayat 1 huruf i dalam undang-undang ini menyatakan bahwa pengusaha tidak dapat melakukan pemutusan hubungan kerja dikarenakan pekerja memiliki perbedaan paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit, golongan, jenis kelamin, kondisi fisik, atau status perkwainan.

Di dalam ayat 2 pasal ini disebutkan pula bahwa pemutusan hubungan kerja dengan alasan semacam itu dinyatakan batal demi hukum dan pekerja harus dipekerjakan kembali.

Mata minus bisa dikategorikan ke dalam perbedaan fisik, sehingga ini menjadi alasan yang kuat bahwa pemilik maskapai tidak boleh memutuskan hubungan kerja karena pramugari bermata minus.

Sepintas, tindakan pemilik maskapai yang memberlakukakan larangan menggunakan softlens bertentangan dengan undang-undang ini.




Bila ditarik lebih jauh, sebenarnya ada beberapa alasan mengapa pemilik maskapai memberlakukan larangan tersebut.

Salah satunya adalah pramugari wajib memberikan pertolongan pertama pada kecelakan (P3K) sewaktu-waktu apabila ada penumpang yang terluka.

Daya penglihatan yang berkurang tentunya akan menghambat pramugari melaksanakan tugas ini.

Alasan ini pun tidak bertentangan dengan undang-undang sebab Pasal 109 undang-undang ini menyatakan bahwa peraturan perusahaan dibuat oleh dan menjadi tanggung jawab dari pengusaha.

Berpangkal dari alasan ini, pemiliki maskapai pastinya lebih memilih keselamatan penumpang sehingga larangan menggunakan softlens pun harus diberlakukan.

Maskapai Garuda Indonesia Berbeda

Gambar Foto Bolehkah Pramugari Memakai Softlens saat BekerjaMasih berhubungan dengan penggunaan softlens, ada salah satu maskapai yang berani mengambil keputusan berbeda.

Maskapai ini memperbolehkan calon pramugarinya mengenakan softlens dengan batasan tertentu.

Sebagaimana dilansir dari laman bursakerjadepnaker.com, Garuda Indonesia, salah satu maskapai terbesar di negara ini, memuat persyaratan yang memperbolehkan penggunaan softlens bagi para calon pramugari.




Baca juga: Bolehkah Pramugari Garuda Memakai Jilbab?

Adapun persyaratan lengkapnya adalah:

  1. Wanita
  2. Berkewarganegaraan Indonesia (WNI)
  3. Memiliki penampilan dan kepribadian yang menarik
  4. Belum pernah menikah
  5. Sehat secara jasmani dan rohani
  6. Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 27 tahun, kecuali bagi yang sudah berpengalaman berusia minimal 33 tahun
  7. Memiliki tinggi badan minimal 158 cm dan maksimal 172 cm.
  8. Memiliki berat badan yang ideal dan postur tubuh yang proporsional
  9. Tidak berkacamata dan tidak buta warna
  10. Diperbolehkan menggunakan softlens dengan batasan berikut: -3.00 untuk mata minus dan C-100 untuk mata silindris
  11. Mampu berbahasa Inggris secara lisan dan tulisan, namun diutamakan juga menguasai bahasa asing lainnya

Dengan adanya persyaratan ini, para pramugari, bahkan para calon pramugari, tentunya dapat bernafas lega.

Sebab, kondisi penglihatan yang berkurang tidak akan menghambat kinerja mereka.

Tidak dipungkiri juga bahwa para pramugari yang menggunakan softlens memiliki kinerja yang lebih apik dibandingkan para pramugari yang tidak menggunakan softlens.

Kesimpulan Bolehkah Pramugari Memakai Softlens

Jadi, para pramugari, yang bermata minus terutama, jelas sekali boleh menggunakan softlens dengan ambang batas di atas.




Akhir kata, semoga uraian ini dapat menjawab pertanyaan bolehkah pramugari memakai softlens.


referensi: hukumonline

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here