Bolehkah Guru Berpolitik, Bolehkah.Com – Tugas utama seorang guru adalah mengajar, tetapi terkadang muncul pertanyaan bolehkah guru berpolitik?

Gambar Foto Bolehkah Guru Berpolitik Berdasarkan PeraturanPertanyaan ini mungkin muncul terutama bagi para guru yang berpikiran kritis dan ingin membuat perubahan di pemerintahan.

Sebenarnya, apakah boleh? Berikut ini adalah jawabannya:

Larangan Berpolitik untuk Guru

Demokrasi di Indonesia, terutama setelah rezim Soeharto, sebenarnya sudah sangat terbuka.

Ruang bagi perseorangan seakan terbuka sangat lebar untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam politik praktis.

Semua orang seakan bisa menyampaikan pendapatnya di hadapan publik dan berpartisipasi dalam pemerintahan. Benarkah demikian? Jawabannya tidak.

Hal ini karena ada peraturan tertulis dan tidak tertulis tentang larangan seorang guru untuk berpolitik.

Ada beberapa undang-undang yang secara khusus melarang guru, terutama guru PNS untuk berpolitik.

Undang-undang pertama adalah UU No. 43 tahun 1999 pada pasal 3. Dalam pasal ini, PNS harus memberikan pelayanan yang jujur, adil dan profesional.

Secara khusus pada ayat 2, undang-undang ini menyatakan “pegawai negeri harus netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.”

Bahkan, pada ayat 3, pegawai negeri sipil dilarang dengan tegas menjadi anggota dan/atau pengurus politik.

Selain dilarang untuk menjadi anggota dan/atau pengurus, guru pegawai negeri sipil juga tidak boleh mengikuti kegiatan kampanye.

Hal ini sesuai dengan surat edaran menteri no 4 Tahun 2004 tentang larangan pegawai negeri sipil dalam kegiatan kampanye Pemilu 2004.

Terlebih jika dilakukan di dalam lingkungan kampus.

Sesuai dengan Kepmendikbud no. 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi kemahasiswaan.

Peraturan ini mengatur bagaimana tata cara berorganisasi di perguruan tinggi dan sekolah dan melarang kegiatan politik di dalam lingkungan kampus.

Bagi guru non PNS, mungkin peraturan ini tidak berlaku secara mengikat.

Hanya saja, secara moral guru memang sebaiknya tidak memberikan ceramah politik di kelas selain pendidikan politik.

Terlebih apabila condong kepada salah satu partai atau pasangan calon.

Bagaimana Jika Seorang PNS Ingin Masuk Menjadi Anggota/Pengurus Partai Politik?

Gambar Foto Bolehkah Guru Berpolitik Menurut Undang UndangBagi guru yang memang sudah merasa mantap untuk mengambil jalur politik untuk merubah keadaan sesuai dengan keyakinannya, mengundurkan diri memang menjadi pilihan terbaik.

Sesuai dengan PP No. 37 Tahun 2004 tentang “Larangan Pegawai Negeri Sipil Menjadi Anggota Partai Politik” pada Pasal 2 ayat kedua menyatakan jika pegawai negeri sipil yang telah menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik akan dilepaskan statusnya sebagai pegawai negeri sipil.

Selain itu, pegawai negeri sipil tersebut wajib mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil sesuai dengan ketentuan ayat 3 pada pasal ini.

Pemberhentian ini berlaku efektif sejak pegawai negeri sipil menjadi anggota dan/atau pengurus partai.

Jadi sebelum menjadi memantapkan diri menjadi seorang anggota atau pengurus partai politik, seorang pegawai negeri sipil sebaiknya memikirkan konsekuensi ini.

Mungkin guru memang tidak bisa dikatakan berpolitik secara langsung tetapi partisipasi ini bisa dilakukan dengan membantu siswa membentuk budaya politik dan demokrasi di sekolah.

Tidak hanya sebatas guru pendidikan kewarganegaraan tetapi bagi semua guru.

Dengan membentuk siswa sebagai warga negara yang baik dan kritis, guru sudah berhasil berpartisipasi di bidang politik sekaligus membantu perkembangan politik ke arah yang lebih baik.

Secara jelas dan terperinci, guru terutama PNS dilarang untuk menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

Selain itu, guru juga dilarang untuk ikut berkampanye terlebih jika di lingkungan sekolah.

Bolehkah Guru Berpolitik? Kesimpulan

Jika sudah mantap ingin berpartisipasi aktif dalam dunia politik, guru sebaiknya mengundurkan diri.

Semoga penjelasan dari artikel ini bisa menjawab pertanyaan bolehkah guru berpolitik.


Referensi: Satriwan¹, Kopertis12², wikipns

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
12Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here