Bolehkah Mengganti Warna Motor, Bolehkah.Com – Bagi sebagian orang, motor tidak hanya diangap sebagai alat transportasi belaka.

Ada yang menganggapnya seperti kekasih, istri bahkan anak.

Gambar Foto Bolehkah Mengganti Warna Motor Serta MemodifikasiMereka juga memberikan kuda besi itu nama sebagai panggilan kesayangan. Memang menggelikan tapi ini sangat masuk akal.

Sepeda motor itulah yang menemani mereka melalui panas dan hujan demi sesuap nasi.

Terkadang, ada saja yang ingin dilakukan para pemilik motor agar motor mereka tambah ganteng dan keren.

Bolehkah Mengganti Warna Motor Dan Modifikasi?

Manusia memang makhluk yang tidak mudah merasa puas akan sesuatu yang dimilikinya.




Punya motor warna merah, maunya dicat warna biru, spion standar masih bagus diganti spion lain, ban masih baik diganti ban yang ukurannya lebih kecil.

Belum lagi memodifikasi cc mesin menjadi lebih besar dari yang seharusnya. Bolehkah kita melakukan semua itu?

Mengganti cat atau memasang stiker pada badan motor boleh hukumnya selama melakukan registrasi dan identifikasi ulang.

Warna di STNK dan pada kendaraan harus sama.

Jika tidak, Anda bisa kena sanksi kurungan maksimal 2 bulan atau denda maksimal Rp 500.000.

Jadi, sebelum Anda melakukan pengecatan warna kendaraan menjadi berbeda dari STNK, pastikan sudah melapor ke Samsat terdekat untuk mengurus STNK yang baru.

Peraturan ini dirancang semata-mata untuk meminimalisir kejahatan curanmor.

Jadi pantas saja jika STNK yang Anda pegang berbeda dari bentuk fisik yang terlihat, motor Anda akan dikira motor hasil curian atau penggelapan.




Bolehkah Memodifikasi Motor?

Gambar Foto Bolehkah Mengganti Warna Motor dari Warna StandarTernyata menganti cat bukan termasuk modifikasi.

Modifikasi merupakan tindakan merubah spesifikasi teknis dimensi, mesin, dan atau kemampuan daya angkut kendaraan dalam hal ini kendaraan bermotor.

Contoh perubahan spesifikasi teknis dimensi adalah memperpanjang atau memperpendek landasan motor dengan tidak mengubah jarak sumbu dan konstruksi kendaraan.

Tindakan yang dianggap merubah mesin seperti mengganti mesin dengan tipe dan merk yang sama.

Sementara itu, merubah kemampuan daya angkut meliputi menambah sumbu pada bagian belakang kendaraan dengan tidak mengubah jarak sumbu.

Penambahan sumbu ini harus dilakukan dengan bahan sumbu yang sama dan harus diperhitungkan daya dukung lintasan yang dilalui.

Jika Anda melakukan modifikasi seperti di atas, maka Anda harus melakukan uji tipe.

Ada dua proses yang akan dilalui sebelum kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi turun ke jalan yaitu penelitian rancang bangun serta rekayasa kendaraan bermotor.




Jika dinyatakan layak, maka Anda bisa membawa kendaraan ini melenggang di jalan raya tentunya dengan penyesuaian dengan STNK-nya.

Sayangnya jika tanpa melalui uji tipe namun sudah berani lalu lalang di jalan raya, jangan salahkan polisi yang menilang jika akan mendenda Anda sebesar Rp 24 juta.

Jumlah yang tidak sedikit bukan?

Mekanisme yang harus ditempuh jika Anda ingin melakukan modifikasi adalah modifikasi F uji tipe F lolos F layak jalan.

Dengan adanya peraturan untuk uji tipe, maka keselamatan pemotor dan orang-orang di sekitarnya akan lebih terjamin.

Akan sangat tidak mungkin diloloskan motor yang mengganti spek ban dengan yang lebih kecil misalnya karena dapat menjadikan motor tidak stabil dan rawan terpeleset.




Pembatasan modifikasi hendaknya tidak dipandang sebagai pembatasan kreativitas, tapi melindungi banyak jiwa.

Diakui atau tidak, banyaknya kecelakaan yang terjadi juga turut disebabkan oleh pemotor sendiri yang mengotak-atik kendaraannya tanpa lolos uji tipe.

Kesimpulan

Hendaknya keselamatan diri dan orang lain menjadi poin utama yang harus diperhatikan.

Semoga artikel mengenai bolehkah mengganti warna motor dan memodifikasi ini bermanfaat.


sumber: hukumonlineยน, blogotive

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
3Shares




1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here