Bolehkah Anak Minum Jamu, Bolehkah.Com – Minum jamu sudah menjadi tradisi di keluarga Indonesia.

Segala usia mulai dari anak-anak hingga manula minum jamu.

Gambar Foto Bolehkah Anak Minum Jamu Menurut Medis KedokteranNamun apakah jamu benar-benar aman dikonsumsi anak? apakah ginjal mereka sudah siap menyaring jami?

Berapa batasan minimal usia yang boleh mengonsumsi jamu tradisional?

Bolehkah Anak Minum Jamu Tradisional Setiap Hari? Perhatikan Hal ini

Jamu sendiri memiliki berbagai fungsi berdasarkan bahan dasarnya.

Seperti jamu kunir asam untuk menghilangkan bau badan dan melancarkan haid bagi wanita, jamu beras kencur untuk menambah nafsu makan anak-anak.

Jamu cabe puyang untuk menguatkan kandungan dan mencegah kontraksi bagi wanita hamil muda, dan masih banyak jenis jamu yang lainnya.

Apakah jamu boleh dikonsumsi anak? jawabannya boleh saja asal memperhatikan faktor-faktor berikut ini;

  1. Usia

Sebaiknya anak baru boleh diperkenalkan padajamu setelah ia melewati masa ASI eksklusif.

Artinya, jamu boleh diberikan pada anak pada usia 6 bulan ke atas.

Pada usia sebelum 6 bulan yang dibutuhkan bayi hanya ASI. Selain itu tidak perlu diberikan.

  1. Perhatikan Tujuan

Tujuan dari pemberian jamu ini tidak boleh lebih dari menyembuhkan penyakit ringan seperti batuk, diare atau kurang nafsu makan.

Jika orang tua bertujuan menyembuhkan penyakit berat, tentunya jamu bukan jawaban. Pengobatan secara medis mau tidak mau harus ditempuh.

  1. Kebersihan

Tentunya jamu yang boleh diberikan kepada anak harus higienis. Orang tua harus tahu apa saja bahan yang terdapat di dalam jamu dan proses membuatnya.

Untuk balita biasanya jamu hanya dibuat dari bahan nabati seperti sayur-sayuran, buah-buahan atau umbi-umbian.

Karena ada juga jamu yang dibuat dari tanduk rusa. Jadi, Anda harus jeli.

Agar lebih aman, belilah pada penjual jamu terpercaya atau meracik sendiri di rumah dengan bahan dari apotek hidup.

  1. Dosis

Kebanyakan jamu yang dijual masih memiliki ampas dari bahan bakunya.

Oleh sebab itu, jika terlalu banyak dan sering diberikan, bukan saja untuk anak tapi juga dewasa, akan membawa efek samping bagi kinerja ginjal.

Jadi, perhatikan berapa banyak Anda memberikan jamu pada anak atau orang-orang di sekitar kita.

  1. Minum air putih

Tidak baik jika mengonsumsi jamu tanpa didampingi minum air putih. Air putih berfungsi membantu kinerja ginjal agar lebih ringan.

Oleh karena itu, perbanyak minum air putih jika anak atau keluarga Anda mengonsumsi jamu.

Bolehkah Mencampur Jamu dan Obat Farmasi Untuk Anak?

Gambar Foto Bolehkah Anak Minum Jamu Jamu GendongTerkadang saat orang tua panik dengan keadaan anak yang sedang sakit, mereka akan melakukan apa pun demi melihat anak tersenyum kembali.

Tidak terkecuali mencampur berbagai obat dan ramuan agar anak cepat sembuh.

Apakah hal ini diperbolehkan? Dilansir dari tabloidnova.com, ternyata hal tidak diperbolehkan.

Agar jamu yang diberikan tidak ‘mengganggu’ kinerja obat farmasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti;

  • Beri jeda

Anda boleh memberikan obat farmasi lebih dahulu kepada anak.

Setelah selang 1-2 jam, jamu boleh diberikan selama benar-benar higienis pembuatannya.

  • Beda metode

Boleh saja jika jamu dan obat farmasi diberikan secara bersamaan tetapi sebaiknya dengan metode yang berbeda.

Misalnya, obat farmasi dalam bentuk kapsul dan jamu dalam bentuk balur. Hal ini boleh karena kinerja keduanya tidak akan saling mengganggu.

Kesimpulan

Kepercayaan masyarakat terhadap jamu memang masih begitu tinggi.

Tapi alangkah baiknya jika kita mulai kritis mengenai jamu dengan tidak langsung memberikannya pada anak namun meneliti dulu kevalidan jamu tersebut.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan agar yang melekat hanya manfaat.

Demikian pembahasan mengenai bolehkah anak minum jamu tradisional. Semoga bermanfaat.


src: detikhealth, tabloidnova, smallcrab

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here