Bolehkah Ibu Hamil Gendong Anak, Bolehkah.Com – Mengandung merupakan fase yang perlu kehati-hatian.

Banyak hal yang boleh dilakukan ketika mengandung. Namun banyak juga yang tidak boleh.

Bunda harus sangat berhati-hati demi keselamatan calon buah hati di dalam kandungan.

Gambar Foto bolehkah ibu hamil gendong anak mengapa dan apa bahayanyaSituasinya akan sedikit membingungkan ketika Bunda sedang hamil tapi si kakak malah minta gendong.

Waktu belum hamil tentu hal ini tidak jadi soal karena belum ada adik di dalam perut. Nah kalau sekarang bagaimana baiknya?

Bolehkah Ibu Hamil Gendong Anak? Bahayakah?

Sebenarnya, Bunda boleh saja menggendong si kakak saat hamil asalkan tidak terlalu memaksakan diri.

Jangan sampai kelelahan karena akan membahayakan janin dan memicu gangguan kehamilan lainnya.

Waktu menggendong juga harus dibatasi. Cukup 5 sampai 10 menit saja.

Tubuh manusia sudah dirancang sedemikian rupa untuk menopang beban. Hal ini jugaberlaku pada ibu hamil.

Bunda masih boleh menggendong anak terutama pada di trisemester pertama. jika perut sudah mulai membesar sebaiknya dihindari.

Bukan hanya akan memicu cidera pada janin tapi juga akan mengundang gangguan pada pinggang dan punggung.

Ibu yang sedang hamil memiliki beban pada perut dan akan membuat pinggang dan punggung ikut menopangnya.

Itulah sebabnya mengapa ibu hamil sering mengalami sakit punggung dan pinggang.

Ditambah lagi jika si kakak minta digendong. Makin bertambah pula beban pada tubuh Bunda.

Tips Menggendong Anak Selama Hamil

Kehamilan Bunda akan baik-baik saja jika selama menggendong si kakak Bunda memperhatikan tips-tips berikut ini;

  • Usahakan jangan menggendong di depan tapi di samping atau di belakang.
  • Jika Bunda tidak terbiasa menggendong di belakang, sebaiknya jangan dilakukan karena bisa saja anak malah terjatuh.
  • Jangan terlalu memaksakan diri. Jika sudah lelah, segera turunkan anak dari gendongan.
  • Berikan jeda saat menggendong. Misalnya setelah 10 menit menggendong, istirahat terlebih dahulu baru kemudian menggendong kembali jika memang diperlukan.
  • Maksimal beban yang dibawa 5 kg. Jangan melewati angka tersebut karena terlalu membahayakan.
  • Cegah agar anak yang digendong tidak meronta-ronta dan menendang-nendang bagian perut.
  • Pada trisemester kedua dan ketiga tidak disarankan menggendong anak karena posisi ibu hamil bisa tidak stabil sehingga mudah jatuh.

Bahaya Kelelahan Bagi Ibu Hamil

Gambar Foto bolehkah ibu hamil gendong anak mengakibatkan lelah letih capekBukan hanya stres yang perlu dihindari.

Ibu hamil juga selalu ditekankan untuk tidak sampai kelelahan dalam melakukan aktivitasnya.

Semua itu bukan tanpa sebab lho. Ada banyak bahaya yang mengintai jika hal ini benar-benar terjadi;

Memicu Kontraksi

Ibu hamil yang nekat mengangkat beban terlalu berat akan berisiko mengalami kontraksi.

Bahkan untuk berolahraga khusus ibu hamil pun Bunda harus berhati-hati.

Perut akan terasa kencang secara tiba-tiba dan kemudian akan memicu timbulnya kontraksi dini.

Memicu Persalinan Prematur

Kelahiran prematur bisa dipicu karena kelelahan akibat perjalanan jauh yang sangat menguras tenaga.

Oleh sebab itu, sebaiknya dihindari.

Menimbulkan Varises

Varises timbul karena ibu hamil berdiri terlalu lama.

Pendarahan

Kelelahan akibat pekerjaan dan ditambah dengan stres bisa menyebabkan pendarahan. Flek yang tidak segera diatasi akan memicu pendarahan.

Keguguran

Sudah banyak ibu hamil yang akhirnya harus kehilangan bayinya karena kelelahan.

Terlalu memaksakan diri melakukan sesuatu bukanlah hal yang baik.

Kesimpulan

Selain beberapa risiko di atas, masih banyak risiko lain yang mengintai ibu hamil yang kelelahan seperti pembengkakan kaki, mudah terjatuh, tak sadarkan diri dan lain-lain.

Semoga informasi mengenai bolehkah ibu hamil gendong anak mencerahkan.


source: ibudanmama¹, femalekompas², and tribunhealth³

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
7Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here