Bolehkah Gigi Anak Dicabut, Bolehkah.Com – Mau tidak mau seorang anak akan mengalami fase pertumbuhan gigi.

Gigi tumbuh mulai dari gigi susu hingga gigi permanen.

Gigi susu mulai muncul ketika anak berusia 6 bulan dan lengkap pada usia 2 tahun.

Gambar Foto bolehkah gigi anak dicabut apa efek sampingnyaNamun ada juga anak yang hingga berusia 1 tahun belum tumbuh gigi sama sekali.

Hendaknya orang tua tidak perlu panik. Keterlambatan ini disebabkan beberapa faktor seperti nutrisi, genetik atau pun hormonal.

Jumlah gigi susu sebanyak 20 gigi. Sedangkan gigi permanen 32 buah.

Fungsi gigi susu sangat penting. Ia akan menunjukkan arah pada gigi permanen untuk tumbuh.

Posisi tumbuh gigi yang tepat akan menjaga fungsi gigi.

Sebaliknya, gigi yang tumbuh acak-acakan akan menyulitkan anak makan, bicara, dan mengurangi fungsi estetik.

Bolehkah Gigi Anak Dicabut Sebelum Goyang?

Lalu bolehkah jika gigi anak dicabut karena terkena karies gigi tapi belum juga goyang?

Jika masalahnya karies gigi, biasanya dokter akan mempertahankan gigi susu sebisa mungkin.

Dokter akan melakukan perawatan akar gigi, mengaplikasikan flour, menambal, membuatkan penyangga atau perlakuan medis lainnya.

Gambar Foto bolehkah gigi anak dicabut menurut medis kedokteranBanyak orang tua yang terkadang memaksa dokter untuk melakukan pencabutan karena berpikir gigi susu akan digantikan gigi permanen.

Perlu diketahui bahwa pencabutan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Banyak pertimbangan medis yang tidak boleh diabaikan.

Jika karies gigi sudah menggerogoti gigi hingga habis dan rata dengan gusi namun belum juga goyang, pencabutan juga tidak dianjurkan sebelum anak mencapai usia 6-7 tahun.

Pada rentang usia ini, gigi tetap sudah mulai tumbuh sehingga banyak dokter gigi akan mengambil langkah ini.

Berbeda jika anak sudah berusia 6 atau 7 tahun ke atas yang mengalami karies pada gigi seri.

Kemungkinan dicabut akan lebih besar. Jika kries gigi dibiarkan maka akan merusak syaraf gigi.

Pencabutan juga akan dilakukan jika gigi tetap anak terlihat walaupun gigi susunya belum goyang.

Kondisi ini disebut dengan sundulan. Sundulan dapat mengakibatkan gigi tetap terhalang tumbuh sehingga gigi susu harus dicabut.

Sebaiknya orang tua selalu berkonsultasi pada dokter dan mendengarkan saran-sarannya jika anak bermasalah dengan gigi.

Tips Agar Anak Tidak Takut Pada Dokter Gigi

Kita tentu sering mendengar peristiwa anak menolak ketika diajak mengunjungi dokter gigi.

Banyak di antaranya yang harus dipaksa orang tua untuk tetap datang. Ada beberapa sebab yang melatarbelakangi hal ini, antara lain;

  • Trauma karena pernah dicabut giginya atau mendengar cerita teman mengenai pengalamannya mengunjungi dokter gigi.
  • Khawatir akan merasa sakit ketika dokter gigi melakukan tindakan yang diperlukan.
  • Orang tua menakutinya dengan mengatakan, “kalau kamu nakal, mama bawa ke dokter gigi biar disuntik!”

Berikut ini tips agar anak tidak takut mengunjungi dokter gigi;

  1. Ajak anak memeriksakan giginya sejak usia dini (2 tahun) meskipun tidak ada keluhan.
  2. Bermain peran dokter gigi dan pasien. Anda bisa berpura-pura menjadi dokter gigi dan mulai memeriksa gigi anak. Jangan melakukan hal yang mengerikan seperti mencabut gigi atau mengebor.
  3. Berhenti menakuti anak. Memberi hukuman akan membawa anak ke dokter gigi atau menyuruh anak tidak menangis di depan dokter gigi akan membawa perspektif bahwa dokter gigi sangat menakutkan.
  4. Anda bisa mengatakan bahwa tugas dokter gigi adalah memeriksa senyum dan menghitung gigi.
  5. Jangan janjikan hadiah. Anda boleh memberikan hadiah sebagai kejutan karena ia telah bersikap manis. Tapi jangan dijanjikan.
  6. Cari dokter gigi spesialis anak.

Kesimpulan

Jadi yang paling penting sebenarnya adalah menjaga kondisi gigi anak Anda agar tetap baik.

Namun, jika terlanjur terjadi sesuatu, segeralah tanyakan kepada dokter ahli, karena dokter ahlilah yang nanti akan memberikan solusi bagi permasalahan gigi anak tersebut sesuai dengan keadaan dan usia anak.

Semoga artikel mengenai bolehkah gigi anak dicabut sebelum goyang memberi manfaat.


source: theasianparent, kompashealth, dan keluargasehat

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here