Bolehkah Anak Flu Diimunisasi, Bolehkah.Com – Flu mudah menyerang siapa saja yang daya tubuhnya lemah baik itu bayi, anak-anak maupun dewasa.

Meskipun flu lebih berat dibanding pilek, namun penyakit ini ringan.

Gambar Foto bolehkah anak flu diimunisasi menurut medis
Bolehkah Anak Flu Diimunisasi dari Segi Medis?

Gejala yang sering muncul adalah demam, badan pegal, batuk kering, sakit kepala, badan lemah, menggigil, sakit tenggorokan, bersin-bersin, hidung tersumbat atau meler, dan hilang nafsu makan.

Flu akan bertambah parah selama 2 hingga 4 hari sebelum akhirnya mulai reda.

Butuh waktu sekitar 14 hingga 20 hari agar flu benar-benar sembuh.

Penjelasan Bolehkah Anak Flu Diimunisasi DPT?

Salah satu imunisasi wajib yang diberikan pada anak adalah DPT.

Meskipun anak sedang flu imunisasi DPT tetap harus diberikan.

DPT merupakan kependekan dari difteri, pertusis dan tetanus. Ketiga penyakit ini bisa sangat berbahaya hingga menimbulkan kematian.

Oleh sebab itu, jangan sampai melewatkan jadwal imunisasi DPT.

Selama anak tidak rewel dan demam lebih dari 38 derajat celsius, DPT harus diberikan.

Difteri adalah penyakit pada selaput lendir pada hidung dan tenggorokan.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang akan menyebabkan bayi sulit makan atau bernapas karena tumbuhnya lapisan tebal abu-abu pada tenggorokan.

Jika terlambat mendapat penanganan, racun yang dihasilkan akan menyebabkan lumpuh dan gagal jantung.

Karena penyakit ini menular, sebaiknya menghindari kontak dengan penderita.

Gambar Foto bolehkah anak flu diimunisasi menurut kedokteranPertusis adalah penyakit yang menyerang pernapasan dan menimbulkan batuk hebat.

Jika anak di bawah usia 1 tahun menderita pertusis akan menyebabkan pneumonia (radang paru-paru), kerusakan otak, kejang, hingga yang terparah adalah kematian.

Penyakit ini juga sering disebut dengan batuk rejan.

Sama dengan difteri, pertusis juga menular dari pasien satu ke pasien lain.

Sementara itu, tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan menyebabkan kelumpuhan, otot kaku dan kejang.

Meskipun tetanus tidak menular, namun dapat menimbulkan kematian.

Jangan Tunda Imunisasi Jika…

Di bawah ini merupakan beberapa penyakit yang masih diperbolehkan imunisasi berdasarkan rekomendasi WHO;

  • Alergi terhadap makanan dan bukan obat-obatan.

Anak masih boleh diimunisasi jika alergi terhadap makanan.

Lain halnya jika anak alergi terhadap komponen khusus yang ada di dalam vaksin imunisasi.

Imunisasi untuk anak yang alergi obat sebaiknya tidak dilakukan dan harus divaksinasi secara khusus.

Imunisasi tetap dilakukan meskipun anak menderita asma karena sistem kekebalan tubuh tidak terganggu.

  • Penyakit ringan lain yang disertai dengan infeksi pernafasan.

Vaksinasi tetap dilakukan selama suhu badan anak tidak lebih dari 38 derajat Celsius

meskipun anak sedang mencret atau diare, imunisasi tetap diberikan sesuai jadwal. Asalkan si anak tidak mengalami dehidrasi.

  • Penyakit genetik.

Seorang anak yang memiliki penyakit keturunan seperti hemofilia masih boleh diimunisasi.

Hal ini dikarenakan penyakit genetis tersebut bukanlah diakibatkan aktivitas virus atau bakteri yang menyerang sistem antibodi.

  • Anak yang sedang mengonsumsi antibiotik.

Pemberian antibiotik pada anak tidak menghalanginya mendapatkan imunisasi.

  • Anak yang terinfeksi HIV.

Selama anak belum menunjukkan gejala AIDS, imunisasi masih diperlukan.

Pada anak yang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya masih dapat membentuk antibodi.

  • Anak dengan penyakit kronis.

Anak yang menderita penyakit kronis seperti jantung, paru-par dan gagal ginjal masih direkomendasikan untuk memperoleh iminusasi.

  • Anak dengan kondisi syaraf tidak stabil.

Anak yang menderita ganguan syaraf seperti lumpuh otak ataupun Down Syndrome masih harus menjalani imunisasi.

Baca juga:

Kesimpulan

Setelah membaca seluruh informasi di atas, semoga para orang tua tidak lagi bingung untuk memberikan imunisasi DPT sesuai jadwal.

Semoga informasi mengenai bolehkah anak flu diimunisasi bermanfaat.


sumber: alodokter, iDAI, Artikelkesehatan, detikhealth

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
72Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here