Bolehkah Anak Autis Makan Jagung, Bolehkah.com – Kondisi kesehatan anak autis berbeda dengan kondisi anak yang tak mengalami autisme.

Khususnya terkait prevalensi alergi terhadap makanan.

Alergi makanan yang dialami oleh anak dengan autis mencapai hingga 4 – 5 x lipat lebih tinggi.

Gambar Foto bolehkah anak autis makan jagung menurut kedokteran
Bolehkah Anak Autis Makan Jagung?

Tentunya, hal ini ada alasan medis di baliknya, di mana anak yang terserang autis itu memiliki perbedaan pada sistem antibodi tubuh mereka.

Produksi senyawa antibodi bereaksi dengan bahan atau komponen yang merupakan penyebab alergi itu lebih tinggi untuk anak-anak yang menderita autisme.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apakah anak autis diperbolehkan makan jagung atau tidak, Anda perlu mengetahui mengenai frekuensi gangguan saluran pencernaan, dan terapi diet untuk anak autis. Mari baca selengkapnya.

Gangguan Saluran Pencernaan

Juga disebutkan bahwa kurang lebih 18-52% anak penderita autisme mempunyai peningkatan frekuensi gangguan saluran pencernaan.

Tanda-tanda yang kerap muncul yakni:

  1. Konstipasi

  2. Diare

  3. Selektif pada makanan

  4. Refluks gastrointestinal

  5. Rasa tak nyaman pada perut sang anak

Karena frekuensi gangguan pada saluran pencernaan, termasuk alergi makanan yang lebih tinggi, maka pola makan anak autis pun bersifat lebih spesifik dibandingkan anak normal.

Ini berkaitan dengan terapi yang sudah dikembangkan sejak lama, yakni “Terapi diet”.

Metode terapi diet ini yakni dengan pembatasan pada makanan tertentu.

Terapi Diet Anak Autis

Sudah banyak orang tua yang merasakan perubahan positif pada anak mereka yang menderita autisme.

Walaupun begitu, sesungguhnya efek yang didapatkan pada anak autis yang berbeda, akan berbeda pula.

Mungkin ada anak-anak yang tidak akan merasakan manfaat positif apapun dengan menjalankan terapi diet ini.

Namun lebih baik dibandingkan Anda tidak menjalankan penyembuhan apapun, tidak ada salahnya untuk mencoba.

Biji-bijian – Salah satu menu yang harus dihindari adalah semua makanan yang berupa biji-bijian, dan itu termasuk jagung.

Selain jagung juga oat, gandum, jelai, beras, serta biji-bijian yang lainnya.

Gambar Foto bolehkah anak autis makan jagung mengapa dan apa alasannya
Bolehkah Anak Autis Makan Jagung?

Pernah ada pengalaman orang tua yang mereka share terkait terapi diet anak autisme mereka.

Sekitar 5 bulan, mereka menghentikan memasukkan jagung dalam menu makanan anak, yang masih menjalankan terapi diet tersebut.

Mereka memang tidak merasakan adanya perbedaan yang signifikan.

Namun setelah memutuskan untuk memasukkan lagi jagung dalam menu diet, justru berakibat negatif pada anak mereka.

Apa yang terjadi pada anak mereka setelah mengkonsumsi jagung lagi? Pengaruhnya terlihat pada kotoran.

Kotoran sang anak menjadi lebih lembek, juga lebih berbau dibandingkan ketika jagung dihilangkan dari menu diet.

Baunya seperti ragi yang terlalu matang.

Setelahnya, mereka pun langsung menyadari bahwa itu semua terjadi karena memasukkan menu jagung lagi.

Akhirnya orang tua tersebut sharing jika mereka menghilangkan lagi menu jagung, dan setelah berlalu 4 harian, terjadi perubahan pada kotoran anak mereka yang menderita autisme tersebut.

Baunya berkurang, kotoran tak lagi lembek. Di mana ini merupakan sebuah pertanda yang baik.

Menu jagung ini bukan hanya jagung yang dimasak bersama sayur, melainkan juga menu jagung olahan.

Contohnya nachos, keripik jagung (Sekarang banyak snack berbahan jagung di supermarket), Anda harus memastikan anak Anda yang terkena autisme tidak mengkonsumsi makanan tersebut.

Bolehkah Anak Autis Makan Jagung? Kesimpulan

Dari sini sudah bisa diambil kesimpulan jika jagung sebaiknya dihindari.

Apapun jenis olahannya, asalkan ada bahan jagung, jangan Anda berikan pada anak yang menderita autisme. Ini demi kebaikan mereka.


rujukan: coconutmilk¹, alergon²

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here