Bolehkah Anak Balita Cabut Gigi, Bolehkah.com – Sebagian besar balita akan mulai kehilangan gigi bayi mereka pada usia tertentu.

Bahkan pada beberapa anak balita, gigi mereka tidak memerlukan check-up setiap 6 bulan sekali karena sudah rapih dan bersih.

Foto Gambar Bolehkah Anak Balita Cabut Gigi Menurut KedokteranNamun, anak-anak lainnya mungkin membutuhkan perawatan gigi rutin seperti halnya mencabut gigi.

Sering kali mencabut gigi sang anak justru sangat diperlukan dan memberikan manfaat bagi kesehatan dan kembang tumbuhnya.

Jika bunda bertanya-tanya bolehkah mencabutnya? Maka berikut kami sediakan informasi kapan gigi balita boleh dicabut.

Bolehkah Anak Balita Cabut Gigi? Perhatikan Hal-hal berikut ini!

Bunda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini agar tahu apa yang harus dilakukan dan kapan gigi bayi tersebut boleh dicabut.

Temukan jawabannya berikut ini.

  • Memahami fungsi penting gigi bayi bagi balita

Gigi bayi atau dikenal juga dengan primary teeth pada akhirnya akan copot, digantikan dengan gigi dewasa yang lebih permanen.

Karena itu, gigi bayi memiliki peran yang sangat penting dalam proses perkembangan balita.

Gigi bayi membantunya berlajar bicara juga menyerap nutrisi dari makanan yang ia santap sehari-hari.

Itulah mengapa bunda perlu menjaga gigi anak tetap bersih, sehat dan kuat sampai gigi-gigi susu itu copot secara alami.

  • Mengetahui alasan-alasan tertentu untuk mencopot gigi susu lebih awal

Meskipun gigi bayi memiliki peran penting dalam perkembangan balita, ada kalanya gigi tersebut harus dicopot tanpa menunggu gigi lepas secara alami.

Bisa jadi karena infeksi atau pertumbuhan gigi yang tidak rapih seperti ketika gigi permanen muncul sebelum gigi bayi copot.

Foto Gambar Bolehkah Anak Balita Cabut Gigi Menurut MedisKetika terjadi penumpukan gigi pada balita, bunda mungkin bertanya bolehkah anak balita cabut gigi?

Pencabutan gigi dalam kasus ini harus dilihat dari posisi dan kekuatan gigi.

Jika gigi permanen belum sepenuhnya tumbuh, maka gigi bayi perlu dicabut, hal ini ditujukan untuk memberikan jalur kepada gigi permanen.

Dianjurkan agar bunda mengkonsultasikannya dengan dokter gigi yang lebih tahu mengenai hal ini.

Setelahnya, mungkin bunda diharuskan untuk memeriksakan gigi sang anak beberapa waktu sekali untuk melihat perkembangannya.

Fakta Penting Tentang Gigi Balita

  • Jangan copot gigi bayi sebelum waktunya.

Bolehkah anak balita cabut gigi? Boleh saja, dong! Akan tetapi gigi bayi yang dicabut secara prematur akan berakibat buruk bagi balita.

Disarankan jika gigi belum bergoyang-goyang seperti mau lepas, jangan dicabut tanpa instruksi dokter anak bunda.

Pencabutan gigi sebelum waktunya menyebabkan pertumbuhan gigi permanen tidak teratur.

Bahkan gigi pengganti bisa jadi tidak muncul sama sekali menyebabkan keompongan pada balita.

Untuk itu bunda disarankan untuk tidak membuat diagnose pribadi. Selalu konsultasikan masalah ini kepada dokter yang tahu betul masalahnya.

  • Pencabutan gigi bayi mungkin tidak akan merapihkan gigi yang menumpuk

Pada beberapa kasus gigi bayi, mencabutnya tidak selalu merapihkan penumpukan gigi.

Malah ada yang justru pencabutan itulah yang menyebabkan gigi pengganti saling menumpuk dan berhimpit-himpitan diruang yang terlalu sempit.

  • Gigi yang perlu dicabut tidak selalu gigi bayi

Terkadang penyebab dari ketidakrapihan pertumbuhan gigi disebabkan oleh gigi permanen yang tumbuh terlalu cepat, atau tumbuh ditempat yang terlalu sempit sehingga penumpukan gigi pun terjadi.

Kesimpulan

Untuk itu, sangat penting bagi bunda berkonsultasi dengan dokter yang lebih ahli dalam menentukan segala penyebab masalah pada gigi bayi sehingga dapat memberikan solusi yang tepat.

Jadi, bolehkah anak balita cabut gigi? Tentu saja boleh, namun bunda harus memperhatikan hal-hal diatas dengan baik.


Referensi: expertbeacon¹, gregjorgensen²

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here