Bolehkah Langsung Makan Nasi Saat Berbuka? Bolehkah.Com – Ketika berpuasa, tubuh menyesuaikan kondisi baru yang terjadi, yakni pasokan nutrisi terbatas.

Penyesuaian ini dilakukan tak hanya oleh sel sel tubuh, tetapi juga sistem pencernaan.

Pada saat berbuka puasa, sebaiknya lambung tidak “dipaksa” untuk bekerja keras dengan makanan makanan tertentu.

Apa saja menu yang membantu tubuh mencerna nutrisi lebih baik?



Kondisi Tubuh Ketika Berpuasa

Dengan asupan gizi normal, berbagai kelenjar dalam tubuh menghasilkan beberapa jenis enzim.

Untuk menjalankan proses ini, tubuh memerlukan asupan gizi yang cukup dan teratur.

Berpuasa berarti membatasi waktu makan dan minum.

Tubuh akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan pada waktu tertentu saja.



Ketika hal ini terjadi, maka produksi enzim akan berkurang atau dihentikan sama sekali.

Memberikan kesempatan bagi sebagian besar organ tubuh untuk beristirahat sama dengan melemahkan sistem yang ada dalam tubuh.

Itulah sebabnya, mereka yang berpuasa merasa lebih lemas dari biasanya.

Khususnya untuk sistem pencernaan, terjadi penipisan lapisan lendir di dalam lambung.

Akibatnya, lambung menjadi lebih sensitif dan mudah terluka.

Proses “pengistirahatan” organ tubuh dengan berpuasa akan sangat terasa pada tiga hari pertama.

Mereka akan merasakan rasa lapar dan haus yang cukup menggelitik.

Tak jarang, makanan yang biasanya jarang dikonsumsi terasa “aman”.




Selain itu, energi yang dihasilkan akan berkurang, sehingga tubuh lebih cepat lelah.

Urutan Menu Yang Dianjurkan Ketika Berbuka

Walaupun orang yang berpuasa dapat melahap semua menu yang disajikan, ada urutan tertentu yang sebaiknya diikuti ketika berbuka.

Urutan ini akan membantu sistem pencernaan untuk mulai bekerja kembali.

Jika seseorang tak memiliki urutan yang benar, maka lambung akan terluka dan orang tersebut akan mengalami gangguan pencernaan seperti mual, diare dan kram perut.

1. Dengan yang Manis

Pertama, berbukalah dengan kurma, bisa juga air putih atau teh manis.

Minuman ini menjadi awal yang baik untuk membangunkan sistem pencernaan.

Lanjutkan dengan buah buahan atau jus buah dan sayur. Jika ingin variasi lain, pilihlah yogurt tawar.

Hindari kopi untuk awal berbuka. Baca: Bolehkah Minum Kopi saat Berbuka?

2. Buah atau Salad

Untuk makanan utama, mulailah dengan semangkuk kecil salad. Ingat, lambung perlu menyesuaikan diri.

Jadi, tak perlu mengambil porsi besar.

3. Perlahan

Beri jeda satu sampai dua jam sebelum menyantap hidangan utama seperti nasi, sayur, dan lauk pauk.

Menjejalkan terlalu banyak makanan ke dalam lambung akan membuat perut terasa sebah dan penuh.

Memberikan jeda waktu sama dengan mempersiapkan lambung untuk porsi yang lebih berat.

Tips saat Berbuka

Berpuasa memberikan pengaturan baru bagi tubuh. Oleh karena itu, perhatikan hal berikut ketika berbuka.

  1. Reaksi Tubuh

Setelah mengkonsumsi makanan pembuka, apa yang dirasakan?

Beberapa orang mengalami alergi karena menyantap makanan tertentu saat berbuka.

Agar dapat memperhatikan dengan seksama, berhentilah makan ketika lambung terasa penuh.

  1. Menikmati Kudapan

Dalam jeda waktu antara makanan pembuka dan sajian utama, tak perlu kembali berpuasa.

Silahkan menikmati kudapan atau cemilan kecil.

  1. Mengunyah Dengan Baik

Untuk membantu lambung mencerna makanan, kunyahlah menu yang disantap hingga lembut.

Hindari makan terburu-buru, karena proses pencernaan akan memerlukan waktu lebih untuk mengurai makanan yang masuk.

  1. Memberikan “bakteri baik”

Karena lambung menghentikan produksi enzim, banyak bakteri baik yang mati.

Oleh karena itu, orang yang berpuasa sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi yogurt atau minuman probiotik yang mengandung bakteri baik, setidaknya dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Menu Berbuka Puasa Yang Baik

Pertama tama, orang yang berpuasa tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan cepat saji.

Mengapa demikian? Tubuh cenderung menyerap makanan lebih baik setelah berpuasa.

Dengan mengkonsumsi makanan cepat saji, jumlah nutrisi yang diserap tubuh akan berkurang.

Menu berbuka yang dianjurkan adalah menu yang segar, bernutrisi dan bervariasi.

Berikan apa yang dibutuhkan tubuh, bukan apa yang diinginkan mulut.

Beberapa bahan makanan yang dapat menjadi pilihan adalah buah mentah, sayuran hijau seperti selada dan bayam, sayuran berwarna, biji bijian, kacang, telur, dan daging.

Buah buahan, selada dan bayam dapat dikonsumsi langsung tanpa dimasak.

Jangan lupa untuk mencucinya terlebih dahulu.

Bahan bahan lainnya perlu dimasak hingga matang, terutama daging dan telur. Ketika memasak sayuran, gunakan kaldu tulang.

Minuman untuk teman berbuka puasa yang dianjurkan adalah jus, yogurt dan produk susu. Jus yang baik adalah jus buah dan sayuran.

Minimalkan penggunaan gula, susu atau pemanis tambahan. Gunakan madu untuk menggantikannya.

Ketika memilih yogurt, hindari memilih varian manis karena jumlah gulanya yang tinggi.

Yogurt tawar memiliki kandungan nutrisi lebih baik.

Makan Nasi Untuk Berbuka?

Untuk mengembalikan energi yang digunakan selama berpuasa, tubuh memerlukan asupan gizi yang mencukupi.

Dalam hal ini, tidak ada batasan mengenai jumlah makanan yang boleh dikonsumsi.

Pada dasarnya, orang yang berpuasa diperkenankan untuk makan selama jendela makan terbuka.

Yang perlu digaris bawahi adalah jenis makanan dan minuman yang dipilih untuk berbuka.

Nasi mengandung karbohidrat yang menyediakan energi bagi tubuh.

Hanya saja, nasi termasuk ke dalam salah satu bahan makanan yang agak sulit untuk dicerna, terutama setelah organ pencernaan “beristirahat”.

Mereka yang memakan nasi untuk berbuka tanpa mengawalinya dengan makanan yang lebih mudah dicerna lambung biasanya akan mengalami nyeri di bagian perut.

Kesimpulan Bolehkah Langsung Makan Nasi Saat Berbuka Puasa?

Secara teknis, puasa membantu mengistirahatkan organ tubuh. Dengan kata lain, kinerja keseluruhan sistem melambat.

Jadi, Bolehkah Langsung Makan Nasi Saat Berbuka Puasa?

Untuk membangunkan sistem pencernaan, teknik terbaik adalah dengan mengkonsumsi buah buahan terlebih dahulu.

Jenis makanan ini mudah dicerna dan tidak akan memaksa lambung bekerja keras.

Beri jeda waktu sebelum melahap menu yang lebih berat. Selamat mencoba!


rujukan: bodybuilding¹, allaboutfasting²

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here