Bolehkah Makan Pedas Saat Sahur, Bolehkah.Com – Jika kita merupakan penyuka makanan pedas, pasti tidak mantap rasanya kalau makan tanpa ada cabai atau sambal.

Apalagi kalau sedang berpuasa, kesempatan makan hanya pada saat sahur dan berbuka puasa.

Tetapi mengenai makanan pedas itu sendiri, sebenarnya bolehkah Bolehkah Makan Pedas Saat Sahur?

Ada yang mengatakan kalau makanan pedas itu tidak baik dikonsumsi oleh tubuh yang sedang berpuasa.

Mari kita bahas bersama-sama.

Kandungan Zat yang terdapat dalam Makanan Pedas

Cabai atau sambal merupakan satu bahan makanan yang tidak bisa terpisahkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Kalaupun tetap ingin mengonsumsi cabai atau sambal saat sahur, sebaiknya ketahui dulu kandungan zat yang terdapat pada makanan pedas yang perlu diwaspadai.

Cabai dikenal sebagai satu bahan makanan yang banyak mengandung serat yang baik untuk tubuh.

Selain itu, cabai juga banyak mengandung antoiksidan, mineral, serta vitamin A dan vitamin C. Sedangkan zat yang membuat cabai bisa terasa pedas adalah zat capsaisin.

Zat capsaisin ini memiliki berbagai manfaat bagi tubuh.

Salah satunya adalah memiliki sifat analgetik yang mampu mengurangi sakit kepala.

Selain itu, capsaisin juga mampu merangsang nafsu makan dan juga buang air besar.

Kondisi Tubuh Saat Puasa

Ibadah puasa mampu menyediakan waktu yang mencukupi bagi tubuh untuk beristirahat serta untuk melakukan proses detoksifikasi atau pengeluaran racun.

Berdasarkan fungsi tubuh secara fungsiologis, tubuh akan mengalami kondisi puasa delapan jam sejak minum atau makan yang terakhir dilakukan.

Secara normal, kadar gula atau glukosa yang terdapat di dalam tubuh akan digunakan untuk cadangan energi yang utama untuk aktivitas kita sehari-hari.

Jika cadangan gula ini habis, maka sumber energi akan diambilkan dari lemak.

Selain itu, produksi cadangan gula ini juga bisa dilakukan di dalam hati melalui suatu mekanisme tubuh tertentu.

Menurut waktu puasa di Indonesia, kita akan mengalami kondisi tidak makan selama 12 sampai 13 jam.

Puasa ini mulai dilakukan pada saat subuh sampai nanti saat maghrib yang merupakan saatnya untuk berbuka.

Dengan jarak waktu yang lama ini, kita harus mampu menyiasati pola makanan yang sehat dan seimbang apa saja yang harus dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh.

Dengan demikian, waktu sahur merupakan saat yang tepat bagi kita untuk menyiapkan cadangan energi yang mencukupi bagi tubuh.

Pendapat Ahli tentang Konsumsi Makanan Pedas Saat Sahur

Salah satu jenis masakan atau makanan yang harus dihindari adalah makanan pedas. Menurut pendapat seorang pakar gizi, Diah M. Untari, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, mengatakan bahwa mengonsumsi makanan yang pedas di waktu sahur dapat memberikan dampak yang tidak baik pada tubuh.

Karena beberapa penyakit dapat timbul saat kita sahur dengan mengonsumsi makanan yang sangat pedas.

Salah satu penyakit yang muncul adalah tukak lambung.

Saat kita mengonsumsi makanan pedas pada waktu sahur, makanan pedas ini bisa menimbulkan luka pada lambung terutama pada lapisan mukosa atau bisa juga pada esofakus dan duodenum.

Tukak lambung ini akan bisa dikenali dari rasa terbakar di dalam perut, kemudian rasa mual, muntah dan dalam kasus tukak lambung yang parah, kita juga akan mengalami penurunan berat badan.

Ternyata mengonsumsi banyak makanan pedas saat sahur dapat menyebabkan kerusakan pada dinding lambung.

Kenapa begitu? Karena makanan pedas ini mampu merangsang peningkatan asam lambung yang dapat menjadi faktor kerusakan yang terjadi pada dinding lambung.

Selain menyebabkan penyakit tukak lambung, mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan juga bisa menyebabkan sakit kepala.

Sakit kepala ini juga merupakan pengaruh yang tidak langsung terjadi karena adanya peningkatan produksi asam lambung di dalam tubuh.

Tips Aman Mengonsumsi Makanan Pedas Saat Sahur

Kalaupun tidak bisa menahan diri untuk makan makanan pedas saat sahur, kita harus tahu bagaimana cara yang tepat agar perut tidak terasa sakit setelah waktu sahur selesai.

Perut yang bermasalah tentunya dapat mengganggu jalannya ibadah puasa kita.

Nah, ada beberapa tips yang bisa kita gunakan agar tetap bisa mengonsumsi makanan pedas dengan aman, diantaranya adalah:

1. Makan Roti

Makanlah roti setelah makan makanan pedas.

Ternyata roti merupakan makanan yang sangat berguna dalam menetralkan asam lambung di dalam tubuh.

Agar produksi asam lambung tidak meningkat setelah mengonsumsi makanan pedas, sebaiknya kita mengonsumsi roti.

2. Minum Air Putih

Selain roti, kita bisa juga mengurangi atau menetralkan asam lambung dengan cara minum air putih yang banyak setelah makan pedas.

3. Lemon

Kalau kita salah satu penyuka es lemon, satu gelas es lemon bisa dijadikan alternatif setelah makan makanan pedas karena es ini juga bisa menetralkan asam lambung.

Hal Lain Yang Perlu Diperhatikan

Walaupun makan makanan pedas tidak baik untuk tubuh disaat sahur, bukan berarti kita tidak bisa mengonsumsi makanan pedas tersebut.

Seperti saran dari pakar kesehatan yang bekerja di RS Cipto Mangunkusumo, dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, konsumsi makanan pedas dapat tetap dilakukan asalkan level pedas dan porsi makanan pedas tersebut dikurangi.

Karena bagi masyarakat Indonesia, rasa pedas dari cabai atau saos botolan merupakan syarat utama agar bisa menyantap hidangan dengan lahap, tidak perlu mengeliminasi konsumsi makanan pedas secara keseluruhan.

Kesimpulan Bolehkah Makan Pedas Saat Sahur?

Nah, sekarang kita tahu bagaimana pengaruh makanan pedas pada tubuh kita saat sahur?

Tapi jangan khawatir, mengonsumsi makanan pedas bisa tetap dilakukan dan dianggap aman selama kita tidak berlebihan dalam mengonsumsi.

Selain itu, terapkan tips yang diberikan untuk meminimalkan risiko yang timbul dari makanan pedas.


rujukan: vemale¹, infonitas²

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here