Bolehkah Makan Pedas Saat Berbuka Puasa, Bolehkah.Com – Kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan dimana umat muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan yang ditunggu-tunggu saat berpuasa adalah saat sahur dan berbuka puasa.

Tapi ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam berbuka puasa, terutama jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi.

Nah, salah satu yang menjadi perhatian adalah baik atau tidaknya makanan pedas bagi tubuh saat berbuka puasa.



Kondisi Tubuh Saat Berpuasa

Saat kita sedang berpuasa, ada satu hal penting yang perlu kita perhatikan.

Biasanya di awal-awal puasa, perut akan mengalami peningkatan asam lambung terutama setelah delapan jam perut kosong.

Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai dampak puasa bagi orang dewasa sehat, puasa ini tidak menimbulkan adanya keluhan kesehatan.

Walaupun tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan, ada beberapa keluhan ringan yang sering muncul pada sistem pencernaan saat kita mulai menjalankan ibadah puasa.



Keluhan ini antara lain sering bersendawa, perut kembung, dan rasa nyeri di perut bagian atas dan juga di ulu hati.

Keluhan ini terjadi karena adanya peningkatan produksi asam lambung dan adanya penurunan pH.

Hal ini sebenarnya masih terbilang normal asalkan tidak ada keluhan yang lebih serius.

Selain itu, keluhan yang timbul pada sistem pencernaan ini hanya bersifat sementara, terutama pada awal-awal puasa atau pada minggu pertama berpuasa, sehingga tidak perlu menimbulkan kekhawatiran.

Cara untuk mengatasi masalah peningkatan produksi asam lambung ini adalah dengan menjaga pola makan yang benar saat berbuka puasa.

Pendapat Pakar Ahli tentang Konsumsi Makanan Pedas Saat Berbuka

Berdasarkan keterangan dari Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP menyatakan bahwa mengonsumsi masakan pedas saat berbuka puasa sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan asal tidak berlebihan dan dalam kondisi tidak memiliki masalah kesehatan terutama masalah pada saluran pencernaan.

Selain mengandung banyak nutrisi, cabai juga mampu memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita.

Seperti yang sudah diketahui, cabai mengandung berbagai nutrisi seperti antioksidan, mineral, vitamin A, vitamin C, dan serat.




Selain itu, cabai juga memiliki kandungan Kapsaisin.

Menurut pendapat beliau, capsaicin yang mampu membuat rasa suatu masakan menjadi mantap dan pedas ini ternyata memiliki fungsi yang luar biasa bagi tubuh.

Kandungan capsaicin yang terdapat dalam cabai ini dapat meningkatkan nafsu makan dan juga melancarkan saluran pencernaan kita.

Selain itu, konsumsi masakan pedas juga mampu mengurangi sakit kepala.

Cabai juga bisa digunakan untuk meningkatkan sistem metabolisme tubuh kita sehingga mampu melakukan proses pembakaran kalori di dalam tubuh dengan lebih baik lagi.

Jangan Langsung Makan Makanan Pedas Saat Perut Kosong

Dengan kadar asam lambung yang meningkat produksinya selama berpuasa, sebaiknya kita berhati-hati dengan jenis makanan yang akan dikonsumsi saat berbuka.

Saat kita sudah berpuasa selama seharian penuh, perut menjadi sangat sensitif terutama terhadap makanan dan minuman yang pertama kali masuk ke dalam perut.

Ada baiknya menghindari makanan pedas ketika kondisi perut masih dalam keadaan kosong saat berbuka puasa.

Hal yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa adalah langsung menyantap makanan pedas.

Makan makanan pedas saat belum mengonsumsi jenis makanan apapun bisa menimbulkan dampak yang buruk bagi perut. Kenapa begitu?

Karena zat yang terkandung dalam cabai, atau zat capsicin, yang bercampur dengan zat asam lambung dalam sistem pencernaan dapat menimbulkan reaksi yang mengakibatkan perut terasa kram dan sakit.

Jangan Makan Makanan Pedas Secara Berlebihan

Dr. Ari juga mengatakan bahwa makanan pedas tetap bisa dikonsumsi saat berbuka puasa asalkan kita tidak memiliki masalah pencernaan.

Hanya saja, sebaiknya kita tidak mengonsumsi makanan pedas ini secara berlebihan karena dapat memicu sakit maag.

Pada beberapa kasus, konsumsi makanan yang berlebihan saat berbuka puasa juga dapat menyebabkan diare.

Makanan pedas ini sebaiknya dihindari oleh penderita ambeien karena makanan pedas dapat memicu rasa panas pada anus sehingga akan menyebabkan pendarahan ketika sedang buang air besar.

Tips Makan Makanan Pedas Saat Berbuka Puasa

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir rasa terbakar di dalam perut setelah mengonsumsi makanan pedas.

Kita bisa tetap makan masakan pedas favorit dan dalam waktu yang bersamaan tidak akan sakit perut.

1. Konsumsi Yogurt atau Susu

Cara pertama adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung susu atau yogurt.

Susu dan yogurt ini sangat mujarab dalam menetralkan rasa terbakar dari makanan pedas.

Setelah selesai makan makanan pedas, kita bisa langsung mengonsumsi buttermilk, cream cheese, plain yogurt, atau susu.

2. Minum Air Putih

Cara kedua adalah dengan banyak minum air putih.

Konsumsi air putih dalam jumlah banyak ternyata mampu menetralkan rasa terbakar yang ada dalam lambung.

Selain itu, air putih juga mampu mengurangi iritasi yang terjadi di dalam perut.

3. Makan Lemon

Cara ketiga adalah dengan mengonsumsi lemon. Walaupun bersifat asam, lemon ternyata merupakan zat alkali alami.

Jika perut terasa panas dan terbakar, minumlah segelas es jeruk lemon unttuk menetralkan rasa panas ini.

Kesimpulan Bolehkah Makan Pedas Saat Berbuka Puasa?

Dari penjelasan di atas, bisa diketahui bahwa sebenarnya Bolehkah Makan Pedas Saat Berbuka Puasa adalah boleh saja.

Kalaupun merasakan sensasi panas ataut terbakar setelah makan makanan pedas, kita bisa menetralkannya dengan mengonsumsi beberapa makanan dan minuman yang mengandung alkali.

Jadi, tidak perlu takut lagi makan makanan pedas saat berbuka puasa. Asalkan cara dan porsinya tepat, tidak akan timbul masalah kesehatan.


rujukan: vemale², sehat²

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here