Cara Mencampur Fungisida, Bolehkah.Com – Ada banyak cara mencapur fungisida yang dapat dilakukan untuk mendapatkan ramuan terbaik.

Meski demikian, kita tidak bisa mencapur secara sembarangan.

Pada dasarnya, fungisida adalah salah satu bagian dari pestisida atau pembasmi hama.

Pestisida sendiri dapat digolongkan menjadi dua, yaitu insektisida dan fungisida.

Jika fungisida khusus digunakan untuk membasmi jamur, maka insektisida digunakan untuk membasmi serangga.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dicoba untuk mencapur fungisida.

Persiapan dan Tata Cara Mencampur Fungisida yang Baik dan Benar

Guna mendapatkan hasil yang maksimal, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan saat akan mencampur fungisida.

Jangan lupa pula untuk selalu membaca aturan pakai yang dianjurkan pada kemasan fungisida.

Berikut langkah pencampuran fungisida yang benar:

  1. Tempat Pencampuran

Hal paling dasar yang paling mudah dicoba adalah tempat yang akan digunakan untuk mencampur fungisida tersebut.

Usahakan untuk tidak mencampur fungisida secara langsung dalam tangki maupun sprayer.

Alangkah lebih baik jika pencampuran dilakukan terlebih dulu dalam suatu wadah tersendiri.

Umumnya pencampuran dilakukan terlebih dulu dalam sebuah ember plastik sebelum dimasukkan ke dalam tangki atau sprayer.

  1. Campur dengan Air

Kesalahan lain yang sering dijumpai pada petani secara umum adalah mereka langsung mencampur fungisida dalam kaleng atau kemasan tanpa diencerkan terlebih dahulu.

Hal ini menyebabkan zat-zat yang terkandung dalam larutan fungisida masih terlalu kental sehingga terkadang khasiatnya hilang.

Maka dari itu, disarankan untuk mencampur fungisida dengan air secukupnya agar encer terlebih dahulu.

Perhatikan jumlah air yang digunakan untuk mencampur karena jika terlalu banyak akan tidak baik bagi larutan fungisida.

  1. Tidak Asal Mencampur

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam mencampur fungisida adalah hindari untuk mencampur fungisida dengan larutan yang lain, seperti misalnya insektisida.

Hal ini jelas akan berdampak kurang baik bagi tanaman yang akan disemprot.

Fungisida dan insektisida memiliki kandungan zat-zat yang berbeda, yang tentunya diciptakan untuk fungsi yang berbeda.

Maka sebisa mungkin hindari untuk mencampur fungisida dengan pestisida.

  1. Bedakan Sesuai Cara Kerja

Selain dilarang untuk mencampur fungisida dengan insektisida, para petani juga dianjurkan untuk tidak mencampur fungisida dengan cara kerja yang sama.

Seperti misalnya fungisida sistemik dengan fungisida sistemik, fungisida kontak dengan fungisida kontak, fungisida translaminar dengan fungisida translaminar, dan seterusnya.

Mencampur fungisida yang sesuai dengan cara kerjanya hanya akan menambah boros karena sebenarnya kesehatan tanaman tidak bergantung pada banyaknya jumlah fungisida yang diberikan.

  1. Melihat Kondisi Tanaman

Yang dimaksud dengan melihat kondisi tanaman di sini berhubungan dengan jenis fungisida apa yang akan dicampurkan.

Pencampuran antara fungisida bersifat kontak dengan pestisida bersifat sistemik diyakini menjadi campuran yang paling manyak digunakan.

Perpaduan antara kedua jenis fungisida yang berbeda sifat tersebut diyakini akan dapat mengendalikan penyakit pada suatu tanaman.

Fungisida yang bersifat kontak pada umumnya memiliki spektrum yang luas.

Artinya, zat-zat yang ada dalam fungisida dengan sifat kontak hanya bersifat protektif, melindungi atau mencegah karena fungisida bersifat kontak tergolong sebagai multisite inhibitor.

Berbeda dengan fungisida bersifat kontak, fungisida bersifat sistemik memilikispektrum yang sempit.

Ini berarti fungisida sistemik memiliki sifat yang eradikatif atau mengobati fungisida bersifat sistemik menggunakan cara kerja dan berperan sebagai monosite inhibitor.

  1. Urutan Saat Mencampur

Urutan dalam mencampur fungisida juga menjadi hal yang wajib diperhatikan oleh para petani.

Semua proses pencampuran fungisida memiliki formulasinya masing-masing.

Pada umumnya, pencampuran dapat dimulai dengan fungisida yang berbentuk tepung lalu diaduk hingga larut.

Jika tepung tersebut sudah larut, barulah tambahkan pupuk daun atau PPC lalu pastikan bahwa semua larutan sudah tercampur dengan rata.

Jika kedua proses tersebut sudah dijalankan, langkah selanjutnya adalah memasukkan fungisida dengan formulasi SC, WSC atau SL lalu aduk hingga melarut.

Langkah terakhir, barulah memasukkan fungisida dengan formulasi EC lalu tambahkan perata, perekat dan penembus.

  1. Hindari Pengendapan

Langkah terakhir yang wajib dilakukan dalam mencampur fungisida ialah hindari terjadinya pengendapan atau penggumpalan.

Pengendapan biasa disebabkan oleh campuran fungisida yang tak sesuai dengan urutan maupun formulanya.

Campuran fungisida yang sudah mengendap tidak akan berfungsi pada tanaman dan justru bersifat merusak.

Perlu Anda ketahui juga:

Kesimpulan Cara Mencampur Fungisida

Demikianlah cara-cara mencampur fungisida yang bisa dicoba.

Setiap langkah menjadi penting karenajika ada satu langkah yang terlewat, maka campuran fungisida akan tidak ada gunanya dan tak jarang malah merusak tanaman.

Penting: Jangan membuang wadah/sampah bekas fungisida di sembarang tempat, hindari juga dari jangkauan anak-anak.

Baca petunjuk penggunaan serta cara penanggulangan efek samping keracunan yang mungkin terjadi.


rujukan: gerbangtani¹, cahndeso²

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here