Adakah bahaya beras merah? Bolehkah.Com – Belum banyak orang yang mengetahui resiko mengkonsumsi beras merah. P

ada kenyataannya, varian beras ini sempat populer sebagai salah pilihan diet dan bagian pola hidup sehat.

Meskipun beras merah dan beras putih sering dibandingkan kandungan nutrisinya, perdebatan tersebut biasanya dimenangkan oleh beras merah.

Namun, benarkan demikian?

Daftar Efek Bahaya Beras Merah yang Bisa Terjadi

Terkadang sesuatu berbahaya tidak serta merta dari bahan itu sendiri, namun karena tercampur dengan perkara lain.

Beras merah pun tidak terkecuali, baca beberapa ulasan berikut ini:

Kontaminasi Silang

Ketika nama beras merah melambung sebagai salah satu bahan alternatif, banyak produsen pengolahan bahan pangan yang menggunakan beras merah menjadi tepung, roti, mi, dan berbagai makanan lainnya.

Namun demikian, dalam proses pembuatannya, banyak pabrik yang belum mengetahui ilmu dasar pengolahan beras merah.

Akibatnya, produk yang dihasilkan mungkin tidak bisa dikonsumsi oleh penderita alergi tertentu.

Hal ini terjadi bukan karena beras merah itu sendiri, melainkan campuran lain yang ada di dalamnya.

Sebagai contoh, pembuatan roti beras merah menggunakan campuran gula, kacang dan gluten.

Alergi yang terjadi pada konsumen yang menikmati roti tersebut bisa saja berasal dari bahan lain selain tepung beras merah.

Oleh karena itu, para pembeli yang memiliki alergi tertentu disarankan untuk mengecek ulang komposisi bahan pada produk olahan beras merah.

Jika mengkonsumsi beras merah adalah saran dari dokter, maka sebaiknya si pembeli memilih beras merah murni tanpa campuran apapun.

Asam Alpha-Picolinic

Ada satu kebiasaan yang dilakukan oleh kebanyakan orang ketika memasak nasi putih dalam jumlah berlebih.

Jika beberapa orang membuang sisa nasi tersebut, maka sebagian yang lain memilih untuk menyimpannya dalam wadah tertutup dan memasukkannya ke dalam lemari es.

Dengan cara penyimpanan seperti ini, nasi putih tersebut masih layak dikonsumsi hingga lebih dari seminggu.

Karena rasanya yang kurang familiar, banyak keluarga yang akhirnya memiliki sisa nasi merah.

Kemudian, mereka menyimpan nasi tersebut dalam wadah tertutup, seperti yang biasanya mereka lakukan.

Para penikmat nasi ini mengira bahwa daya tahan beras merah sama dengan nasi putih.

Lama penyimpanan beras merah dalam lemari es adalah empat hingga tujuh hari.

Jika lebih dari itu, maka permukaan nasi akan menjadi tempat bertumbuh berbagai macam jamur dan bakteri.

Beberapa mikro organisme dapat mengubah tryptophan yang terkandung dalam beras merah menjadi asam alpha picolinic.

Apabila terlanjur dikonsumsi, komponen ini dapat menyebabkan kematian sel dan kerusakan lapisan.

Kandungan Arsenik

Senyawa arsenik terkenal tak hanya sebagai salah satu faktor perusak lingkungan, namun juga bahan yang mematikan bahkan dalam jumlah kecil dalam tubuh.

Pada tahun 2007, ditemukannya kandungan arsenik pada beras menghebohkan seluruh dunia.

Kandungan ini tidak hanya ditemukan dalam beras merah saja, namun pada beras secara umum.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada majalah “Telegraph” mengungkapkan bahwa kandungan arsenik pada beras merah yang diproduksi di Amerika Serikat adalah yang tertinggi dibandingkan negara lainnya.

Selain itu, artikel ini juga menyebutkan bahaya mengkomsumsi arsenik dalam jumlah banyak dan jangka panjang.

Untuk menghindari masalah kesehatan yang mungkin timbul, disarankan untuk membeli beras organik.

Aspergilus Section Flavi

Sebelumnya telah disebutkan bahwa menyimpan nasi merah terlalu lama dapat memicu pertumbuhan mikro-organisme.

Diantara berbagai bakteri dan jamur yang mungkin tumbuh pada beras merah, Aspergilus Section Flavi adalah salah satu yang paling berbahaya bagi kesehatan konsumen.

Mengapa demikian? Karena jamur yang dikenal dengan nama aflatoxins akan memicu tumbuhnya sel kanker.

Hasil studi lain mengungkapkan juga bahwa aspergius section flavi dapat menyebabkan keracunan, meskipun kemungkinannya kecil.

Jamur berbahaya ini dapat tumbuh pada beras merah yang belum ataupun yang sudah dimasak.

Oleh karena itu, konsumen yang akan mengkonsumsi beras merah disarankan untuk mencuci beras dengan benar dan menghabiskan porsi yang dimasak sesegera mungkin.

Selain itu, konsumen diharapkan memperhatikan tempat penyimpanan beras merah dan juga tempat pembeliannya.

Kesimpulan

Resiko yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi beras merah terpusat pada lapisan terluar beras itu sendiri.

Dibandingkan beras putih yang melalui proses lebih panjang, beras merah menyisakan lapisan luar yang menjadi sarang berbagai penyakit.

Maka, jika ada beberapa orang yang bertanya “sebenarnya, adakah bahaya beras merah?”, sulit untuk mengatakan “tidak”, karena jawabannya adalah “ya”.


rujukan: Livestrong¹, Webmd²

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here