Bahaya Imunisasi Saat Bayi Flu, Bolehkah.com – Minimnya informasi mengenai bahaya imunisasi bagi bayi yang sedang flu membuat banyak ibu ragu untuk membawa sang buah hati untuk diimunisasi.

Sebenarnya tidak hanya ketika mengalami flu saja pemberian vaksin perlu ditunda, beberapa gejala penyakit lainnya yang dialami oleh bayi juga perlu ibu ketahui agar imunisasi dapat diterima secara efektif.

Simak yang berikut ya, Bunda:

Boleh atau Bahaya Imunisasi Saat Bayi Flu?

Banyak informasi menyebutkan bahwa pemberian imunisasi pada bayi yang sedang flu perlu ditunda agar manfaat pemberian vaksin dapat diterima secara efektif.

Hal ini dikarenakan ketika bayi sedang mengalami flu, sistem kekebalan tubuh yang dimilikinya sedang menurun.

Selain itu, kondisinya yang lemah karena sakit tersebut dikhawatirkan dapat memicu kondisi kesehatannya semakin buruk.




Mengapa? Karena imunisasi sendiri berarti memasukkan bakteri-bakteri yang telah dilemahkan.

Pemberian imunisasi dapat kembali dilakukan satu hingga dua minggu setelah bayi terserang flu maupun setelah kondisi bayi membaik dan benar-benar sehat.

Namun penundaan imunisasi cukup dilakukan bagi bayi yang sedang mengalami flu yang berat dengan suhu badan yang tinggi (demam).

Gambar Foto Bahaya Imunisasi Saat Bayi Flu dan Sakit
Bahaya Imunisasi Saat Bayi Flu

Jika bayi hanya mengalami pilek dan batuk yang ringan saja, pemberian imunisasi masih dapat diberikan tanpa menimbulkan efek samping berlebihan.

Pilek sendiri dapat terjadi oleh adanya ratusan virus yang memasuki tubuh, seperti Rhinovirus.

Biasanya, virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan seseorang yang sedang mengalami penyakit yang sama ataupun melalui udara.

Meskipun memiliki gejala yang mirip dengan influenza, pilek tidak membutuhkan vaksin.

Bahaya Imunisasi Saat Bayi Flu




Tanda-Tanda Flu Berat

Beberapa tanda tanda flu tergolong berat atau bukan sekedar flu biasa yang dapat Anda jadikan acuan apakah harus ke dokter atau belum, sebagaimana dilansir dari hello sehat¹, adalah sebagai berikut:

1. Gejala Flu Kambuh Lagi dan Lagi

Jika biasanya Anda mengalami flu hanya berlangsung selama 2-3 harian kemudian sembuh total ini termasuk flu biasa.

Namun ketika belum berapa lama, misal 3-4 hari kemudian Anda flu kembali ini perlu menjadi perhatian. Segera hubungi tenaga medis/dokter ahlinya

2. Beserta Batuk Lebih dari 3 Minggu

Jika keadaan flu yang Anda derita hanya sekitar 3-4 hari ini masih wajar. Bahkan flu terkadang bisa terjadi hingga 21 hari.

Namun jika flu yang diderita disertai batuk yang lebih dari 3 minggu ini patut diwaspadai.

Bisa jadi ini merupakan pneumonia, gejala asma. atau bahkan mungkin penyakit paru lain. Segeralah hubungi dokter

3. Mata Berarir dan Gatal

Jika flu diserati dengan tanda-tanda mata berair dan gatal bisa jadi ini adalah alergi. Apalagi jika dibarengi biduran, bersin, pusing dan kram di lutut.

4. Sakit Kepala Berlebih

Ini bisa terjadi karena mengalami kelainan yang berhubungan sistem saraf pusat.




Apalagi jika sampai hilang konsentrasi, fokus dan berpikir dengan jernih. Segeralah ke dokter

5. Beran Badan Turun

Flu mungkin menghilangkan nafsu makan Anda. Namun jika tetap sudah memaksakan diri untuk makan tapi berat badan tetap turun ini perlu tindakan dan pemeriksaan dokter.

Bisa jadi Anda terkena infeksi bakteri, hipertiroidisme, kanker atau HIV

6. Ingus Berwarna-Warni

Jika Anda flu pilek disertai dengan ingus berwarna kuning kental, ini berarti tanda bahwa flu yang Anda derita bukanlah flu pilek biasa.

Ingus hijau pertanda ada infeksi yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.

Sedangkan ingus berwarna putih, kuning muda adalah pertanda tubuh Anda sedang melakukan perlawanan terhadap pilek dan batuk.




Jika sudah mulai kuning segeralah hubungi dokter ahli

Baca juga:

Cara Umum dalam Mencegah dan Mengatasi Flu pada Bayi

Selama periode pemberian imunisasi, bayi sebaiknya harus terhindar dari berbagai penyakit, seperti halnya flu pada bayi.

Untuk itu, ada beberapa pencegahan yang dapat ibu lakukan untuk menghindari sang buah hati terserang virus influenza yang membandel ini.

  1. Menjaga Kebersihan Tubuh

Hal utama dalam mencegah dan mengatasi flu pada bayi adalah dengan menjaga kebersihan tubuhnya.

Mandi secara teratur merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menghindari potensi terjadinya berbagai penyakit.

Sedangkan untuk usia anak yang lebih besar, biasakanlah diri mereka untuk mencuci tangan sebelum maupun setelah makan.

Setelah buang air kecil maupun besar, maupun setelah melakukan berbagai aktivitas lainnya.

Hal ini dikarenakan, tangan yang kotor merupakan sumber virus dan penyakit yang dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih parah, seperti flu.

Udara Segarkukan untuk menghindari sang buah hati terserang virus influenza yang memban

  1. Menjaga Kebersihan Rumah

Selain menjaga kebersihan tubuhnya, hal lain yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya.

Dengan rumah yang bersih dan selalu terawatt, maka potensi bayi terserang flu dapat diminimalisir.

  1. Berolahraga dan Menghirup Udara Segar

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam mencegah anak terserang flu dan penyakit lainnya adalah mengajaknya berolahraga.

Ajaklah anak untuk berolahraga setidaknya lima kali dalam seminggu setiap pagi atau sore hari.

Jika cuaca tidak memungkinkan, misalnya saat sedang musim hujan, olahraga pun tetap dapat dilakukan di dalam rumah, misalnya dengan aktivitas senam.

Untuk mencegah terjadinya flu pada bayi, tidak ada salahnya untuk mengajaknya berjalan-jalan di luar rumah dan menghirup udara segar.

Pagi hari merupakan waktu yang tepat mengingat masih minimnya polusi udara pada waktu tersebut.

Dengan udara yang segar, tubuh pun akan terangsang untuk selalu bugar dan berbagai penyakit, seperti flu dapat dihindari.

  1. Mengonsumsi Minuman Hangat

Ketika musim penghujan tiba, biasakan sang buah hati untuk lebih sering mengonsumsi minuman hangat.

Selain mampu menghangatkan tubuh, minuman hangat pun dipercaya mampu meringankan gejala flu, seperti pilek, demam, maupun batuk.

Begitu pula ketika saat musim kemarau. Meskipun banyak godaan untuk mengonsumsi minuman dingin, pemberiannya tetap harus dibatasi.

Pemberian minuman dingin terlalu sering malah meningkatkan risiko anak mengalami gejala pilek dan batuk.

  1. Cukup Tidur

Tidur yang cukup merupakan cara terbaik untuk mencegah dan mengatasi gejala flu pada anak.

Dengan tidur yang cukup, kesehatan tubuh dan otak akan selalu terjaga.

Berikut rekomendasi waktu tidur ideal bagi anak.

  • Usia 0-3 bulan: 14-17 jam/hari.
  • Usia 4-11 bulan: 12-15 jam/hari.
  • Usia 1-2 tahun: 11-14 jam/hari.

Baca: Bolehkah Bayi 1 Bulan Tidur Di Ayunan

Kesimpulan Bahaya Imunisasi Saat Bayi Flu

Itulah beberapa bahaya imunisasi saat bayi flu yang perlu ibu ketahui.

Meskipun begitu, pemberian vaksin imunisasi tidak perlu ditunda jika bayi hanya sekadar mengalami gejala pilek dan batuk ringan.

Untuk itu, menjaga kesehatan sang buah hati perlu dilakukan, khususnya selama periode pemberian imunisasi dilakukan.


Rujukan:
FocusforHealth¹,Can a sick child be vaccinated? Diakses pada 26 Maret 2018
BabyCenter¹, Should immunizations be postponed if my child is sick? Laurel Schultz. Diakses pada 26 Maret 2018
NationalGeographic¹, Waktu Tidur Ideal Sesuai Usia. Diakses pada 26 Maret 2018

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here