Fungisida Sistemik, Bolehkah.Com – Seperti namanya, fungisida merupakan pestisida yang digunakan untuk menghilangkan dan memberantas jamur pada tanaman.

Bagi petani, penting halnya untuk mengenal tentang fungisida.

Fungisida sendiri dikategorikan dalam berbagai jenis, salah satunya adalah fungisida berdasarkan cara kerjanya.

Berdasarkan cara kerjanya, terdapat fungisida sistemik dan juga non-sistemik.




Kali ini, mari kenali lebih jauh tentang fungisida dengan cara kerja sistemik.

Apa yang Dimaksud Fungisida Sistemik?

Fungisida yang bekerja secara sistemik berupa pengaplikasian senyawa kimia yang setelah disemprotkan pada tanaman agan menyebar ke seluruh bagian tanaman secara merata.

Pengaplikasian

fungisida tersebut dapat melalui injeksi batang, penetrasi daun, atau bahkan melalui tanah yang akan diikuti oleh penyerapan akar.

Fungisida dengan cara kerja sistemik harus sudah memenuhi persyaratan berikut.




1. Bekerja sebagai sebuah toksikan di dalam tanaman inang.

2. Mengganggu ketahanan inang dan berimbas pada ketahanan kimia maupun fisik terhadap pathogen tanpa mengurangi kualitas dan juga kuantitas tanaman.

3. Fungisida dapat diserap secara baik dan merata hingga ke bagian pathogen dengan kadar yang stabil yang mengenai tanaman inang.

4. Dapat meningkatkan kekuatan dan juga ketahanan tanaman inang.

Cara Kerja Fungisida Sistemik

Fungisida dengan cara kerja sistemik bekerja dengan masuk menuju sistem pembuluh tanaman yang akan menjadikan semua abgian pada tanaman menjadi beracun untuk cendawan.




Yang menjadi keuntungan dari jenis fungisida yang satu ini adalah efek dari residu yang dapat bertahan lama pada tanaman hingga mencapai 1 bulan tergantung oleh jenis bahan-bahan aktifnya.

Selain itu, fungisida ini juga lebih mudah digunakan karena dapat beradaptasi dengan cuaca, misalnya hujan.

Lalu, fungisida dengan sistem kerja sistemik tidak harus diaplikasikan melalui kontak langsung terhadap cendawan.

Fungisida tersebut akan bekerja secara langsung dengan cara merusak kimia enzim jamur.

Misalnya mencegah terjadinya pembentukan spora jamur, merusak akar jamur hingga mencegah munculnya tabung kecambah.




Hampir seluruh fungisida jenis ini dilengkapi dengan kandungan bahan aktif yang ada pada fungisida non-sistemik atau fungisida kontak.

Karena kerjanya secara sistemik dan juga kontak, tidak heran jika fungisida tersebut dibanderol dengan harga yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, banyak orang yang memilih fungisida ini sebagai senjata terakhir ketika infeksi jamur sudah terlalu parah.

Baca Apa Saja Kandungan Pada Fungisida Sistemik di Halaman 2:

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here