Bolehkah Anak 1 Tahun Makan Nasi, www.Bolehkah.com – Makanan baby atau makanan bayi biasanya yang diberikan pada balita. Tetapi ada kalanya nanti anak Anda bosan dengan makanan tersebut, tidak sedikit ibu yang mengalami masalah ini.

Tentu ini akan merepotkan, apabila anak Anda tidak makan maka dia akan kekurangan gizi, dan akan mengganggu pertumbuhan anak. Jika dipaksa, maka anak dapat muntah, karena itu percuma tetap diberi paksa makanan baby. Anda mungkin memikirkan untuk mulai mengganti makanan anak dari makanan baby ke nasi dan lauk.

Namun untuk mengambil keputusan tersebut sudah pasti akan menimbulkan dilema, terkait apakah memang itu aman atau tidak, apakah bayi akan bisa mencerna nasi dengan baik? Karena nasi akan memberatkan kerja maag. Mari baca selengkapnya.

Bolehkah Anak 1 Tahun Makan Nasi – Nasi Agak Lembek

Gambar Foto Bolehkah Anak 1 Tahun Makan Nasi Menurut KedokteranSesungguhnya memberikan nasi pada anak yang bahkan usianya belum genap 12 bulan, mulai usia 11 bulan pun anak sudah boleh diberikan nasi, yang terpenting tak ada masalah dengan gastrointestinal anak Anda.



Gastrointestinal ini adalah suatu sistem pencernaan dengan tugas menerima, memecah atau mencerna makanan jadi nutrisi yang dapat diserap lalu disalurkan menuju seluruh tubuh dari darah.

Kembali ke pembahasan anak 1 tahun apa boleh konsumsi nasi, jika itu awal Anda memberikan nasi kepada anak batita, maka coba tambahkan air pada pembuatan nasi tersebut, tetapi jangan terlalu banyak, jangan sampai nasi menjadi bubur.

Dengan kata lain, Anda coba membuat nasi lembek. Dengan mengkonsumsi nasi lembek, maka perut anak Anda tak akan kaget walaupun sebelumnya selalu diberi makanan baby dan susu saja.

Bolehkah Anak 1 Tahun Makan Nasi – Proses urutan yang direkomendasikan

Gambar Foto Bolehkah Anak 1 Tahun Makan Nasi dan MengapaWalaupun memang boleh memberikan nasi bagi anak balita, namun sesungguhnya lebih baik jika diberikan secara bertahap. Misalnya sebelumnya konsumsi makanan baby, kemudian berlanjut ke bubur tim saring (Kasar dan Halus).

Dengan cara ini, maka proses perkenalan tubuh terhadap makanan padat, baik itu nasi, sayur, serta yang lainnya akan menjadi lebih baik. Tetapi memang jika anak sudah terlanjur diberi nasi dan lauk, dan anak menyukai itu, bisa dilihat dari apakah anak makan dengan lahap atau tidak, maka Anda boleh melanjutkannya.

Hati-hati apabila anak tiba-tiba mengalami masalah, misalkan sakit perut dan alergi. Kemungkinan faktor penyebabnya karena diberi nasi dan lauk. Karena itu Anda bisa mencoba menghentikan terlebih dahulu pemberian nasi, atau Anda boleh membawa anak Anda ke dokter untuk diperiksa, dan dokter akan memberikan solusinya.

Khususnya untuk alergi, akan cukup sulit untuk mengetahui anak terkena alergi pada makanan apa, tanpa pemeriksaan dokter atau pemeriksaan darah. Jika memang anak tak mengalami masalah apapun, maka itu menandakan jika tubuh anak Anda sudah dapat menerima yang diberikan, dalam hal ini nasi, dan itu merupakan pertanda positif.

Kecukupan gizi, kebersihan, porsi takaran, harus Anda perhatikan. Karena berbeda dengan makanan baby, di mana kebutuhan gizi balita sudah dipenuhi dalam makanan tersebut ( Baca: Bolehkah Anak 1 Tahun Makan Es Krim ). Sementara jika Anda memberikan nasi dan lauk pauk, yang Anda rencanakan sendiri, maka merupakan tanggung jawab Anda untuk mengatur kecukupan gizi dalam nasi dan lauk pauk tersebut.

Supaya anak tidak bosan, juga keragaman jenis harus diperhatikan. Jadi memang kesimpulannya lebih sulit, tetapi yang pasti lebih murah, dan anak juga tidak akan muntah lagi seperti sebelumnya. Anda tak perlu khawatir terlalu berlebihan untuk memberikan nasi pada balita.





Referensi

https://bayikita.wordpress.com/2007/12/01/apakah-bayi-umur-11-bln-boleh-makan-nasi
http://www.alodokter.com/mulai-perhatikan-makanan-anak-1-tahun
http://www.alodokter.com/komunitas/topic/pengertian-gastro-esensial

Jika suka
tekan "Like!", ya

Gabung di Twitter !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here