Bolehkah Ibu Menyusui Makan Jengkol, Bolehkah.Com – Ketika hamil, ibu hampir bisa makan apa saja untuk memenuhi rasa laparnya.

Namun ketika bayi lahir, ibu harus bisa memilih lagi apa yang akan masuk ke dalam tubuhnya.

Ada berbagai pantangan yang sebaiknya jangan ibu langgar, seperti memakan buah-buahan tertentu. Lalu, bolehkah ibu menyusui makan jengkol?

Tentu tidak dapat dipungkiri bagi sebagian orang bahwa jengkol merupakan makanan yang lezat baik saat diolah ataupun dimakan mentah.




Namun buah yang sering diolah menjadi makanan layaknya sayur ini, seperti dibuat semur atau sambal, memiliki bau yang tidak sedap.

Bahkan bau ini bukan hanya pada buah, tapi juga bisa membuat orang yang memakannya memiliki bau mulut serupa buah jengkol.

Belum lagi jika sudah diproses dalam tubuh, buah ini bisa membuat urin juga menjadi bau.

Manfaat Jengkol Bagi Tubuh

Makanan yang dikenal bau namun lezat ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh.




Kandungan protein yang tinggi di dalam jengkol dapat membantu pembentukkan jaringan dalam tubuh.

Sering dibandingkan nutrisinya dengan kacang hijau, tenyata jengkol memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan kacang hijau.

Selain protein, kandungan bermanfaat lainnya yaitu zat besi.

Kadungan zat besi dalam jengkol cukup tinggi, sehingga sangat bermanfaat untuk mengatasi atau mencegah anemia terhadap ibu menyusui.

Sel darah merah yang normal sangat dibutuhkan bagi ibu menyusui untuk mengedarkan oksigen dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.




Dengan begitu juga, nutrisi yang diserap tubuh ibu bisa tersalurkan ke ASI yang akan diberikan kepada sang buah hati.

Selain protein dan zat besi, jengkol juga mengandung kalsium dan fosfor. Kalsium dan fosfor ini sangat berguna untuk kesehatan dan kekuatan gigi dan tulang ibu dan bayi.

Berbagai vitamin yang dikandung oleh jengkol juga berguna untuk menangkal radikal bebas karena vitamin A dan C yang dikandungnya mampu berperan sebagai anti oksidan.

Bahaya Jengkol

Hampir segala sesuatu yag berlebihan dapat memiliki dampak. Mengkonsumsi jengkol yang berlebihan juga dapat memberikan dampak negatif bagi pemakannya.

Jengkol mengandung asam yang biasa disebut asam jengkolat. Asam ini tidak terdapat pada bahan makanan lainnya.




Jika dikonsumsi secara berlebihan, asam ini dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.

Sifat asam ini adalah diuretic, yaitu sifat yang susah larut dalam air. Oleh karena itu, apabila ibu mengidap masalah ginjal sebaiknya hindari makan jengkol terlalu sering.

Asam jengkolat yang berupa kristal dapat mengendap di ginjal dan memicu gangguan ginjal atau batu ginjal.

Konsumsi aman bagi ginjal adalah hanya tiga sampai sepuluh gram dalam satu hari.

Amankah Ibu Menyusui Makan Jengkol?

Untuk ibu menyusui tentu saja diperbolehkan untuk mengkonsumsi jengkol.

Karena jengkol dengan kandungan yang telah disebutkan di atas sanagt berguna untuk melengkapi nutrisi yang dibutuhkan ibu dan bayi.

Terutama kandungan zat besi dan protein yang tentunya sangat berguna untuk produksi ASI ibu.

Bahkan dari sejak dalam kandungan, ibu sangat aman untuk makan jengkol. Kandungan asam folat pada jengkol bermanfaat untuk mencegah cacat lahir pada bayi.

Jika ibu khawatir akan baunya akan masuk ke ASI, ada baiknya dicoba dan memperhatikan reaksi bayi.

Jika bayi tetap biasa saja, maka ibu bisa lanjutkan karena tidak ada kandungan racun yang membahayakan bayi di dalam jengkol.

Yuk baca juga yang menarik berikut:

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Jengkol? Kesimpulan

Bagi ibu menyusui yang menyukai jengkol, sudah tidak perlu ragu lagi apakah boleh memakan jengkol.

Kandungan nutrisi yang sangat banyak dan bermanfaat di dalam jengkol seharusnya tidak menghalangi ibu untuk mengonsumsinya.

Selain itu, jengkol juga tidak membahayakan untuk bayi. Jadi, bolehkah ibu menyusui makan jengkol?

Tentu saja boleh selama dalam porsi yang tepat dan ibu tidak memiliki masalah ginjal.


rujukan: momjunction¹, alodokter², kompasiana³

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
44Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here