Bolehkah Bayi 1 Bulan Tidur di Ayunan? Bolehkah.Com – Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak banyak orang tua mengingat membiarkan bayi tidur di ayunan dan sedikit mengayunkannya akan membuatnya tidur dan tidak rewel.

Meskipun begitu, cara ini ternyata menyimpan bahaya besar selama masa tumbuh kembangnya si kecil.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa alasan bayi berusia 1 bulan tidak boleh tidur di ayunan.

Efek Samping Tidur di Ayunan Bagi Bayi

  1. Menyebabkan Shaken Baby Syndrome

Shaken Baby Syndrome merupakan trauma yang terjadi pada bagian kepala yang dapat dipicu oleh pengayunan atau goncangan pada bayi yang terlalu kuat.



Selain itu, bayi dapat terdampak sindrom ini dengan seringnya diayunkan pada ayunan, meskipun dengan gerakan yang sangat pelan.

Hal ini pun dapat terjadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang.

Untuk jangka pendeknya, gejala awal bayi terkena sindrom ini adalah adanya pendarahan pada area mata dan juga otak.

Gejala ini mudah dilihat dengan perilaku bayi yang sering menangis dengan suara yang keras dan lama.

Hal ini dikarenakan bayi mengalami sakit kepala yang begitu hebat akibat berkurangnya pasokan oksigen menuju kepala.



Jika dialami secara terus menerus, pertumbuhan intelejensianya (IQ) menjadi lemah dan tidak tumbuh dengan seharusnya.

Lalu, mengapa hanya dengan goncangan kecil dapat menyebabkan bayi mengalami Shaken Baby Syndrome?

Jawabannya terdapat pada struktur tubuh bayi itu sendiri. Struktur tubuh bayi yang masih berusia dibawah 1 bulan masih sangat lemah, khususnya pada area kepala.

Selaput otak secara bertahap akan terguncang dan tertarik dari tulang kepala.

Akibat dari goncangan ini, pembuluh darah yang terdapat pada otak menjadi robek dan sulit untuk disembuhkan.

Gejala paling ringan dari sindrom ini adalah adanya pendarahan pada retina yang hanya bisa dilihat menggunakan alat dari ahli saraf mata. Selain itu, sindrom ini diikuti pula dengan gejala lainnya, seperti muntah-muntah, perubahan pada pupil mata, hingga penurunan kesadaran.

Di Amerika Serikat sendiri terdapat setidaknya 1,200 – 1,400 kasus bayi terkena sindrom ini, dengan 30% diantaranya meninggal dunia, 50% mengalami gangguan saraf dan kecerdasan, serta sisanya tidak menunjukkan gejala yang nyata.

Sedangkan di Indonesia, kasus Shaken Baby Syndrome mengalami fluktuasi dari tahun ketahun.




  1. Menyebabkan Gangguan Pada Saluran Pernapasan

Gangguan pernapasan dapat terjadi pada bayi berusia di bawah 4 bulan karena seringnya diayunkan pada ayunan.

Selain ayunan, kereta bayi dan alat bantu duduk lainnya dapat menyebabkan hal ini jika bayi terlalu lama tidur di tempat tersebut.

Penyumbatan saluran pernapasan dapat terjadi karena kontrol leher pada bayi usia ini masih sangat terbatas.

Jika dibiarkan untuk tidur dalam posisi duduk, kepalanya berpotensi untuk mengarah ke berbagai sudut sehingga penyumbatan udara pada saluran pernapasannya dapat terjadi dan dapat menyebabkan kematian.

  1. Menyebabkan Tulang Menjadi Patah

Potensi masalah ini akibat bayi dibiarkan tidur di ayunan memang sangat kecil. Hal ini bisa disebabkan akibat ukuran ayunan yang terlalu sempit maupun posisi bayi yang tidak tepat ketika diletakkan pada ayunan.

Meskipun begitu, orang tua perlu mewaspadai hal ini karena bayi berusia 1 bulan sangat riskan jika mengalami patah tulang.

Baca juga:

Bolehkah Bayi 1 Bulan Tidur di Ayunan – Kesimpulan

Bayi pada dasarnya dapat tidur dengan pulas tanpa harus diayunkan dengan kuat.

Hanya dengan kondisi perut kenyang dan badan sehat, bayi pun dapat tidur di manapun.

Untuk itu, hindari penggunaan ayunan untuk menenangkan bayi berusia sekitar 1 bulan untuk meminimalisir risiko kesehatan yang dapat terjadi.

Semoga permasalahan orang tua mengenai bolehkah bayi 1 bulan tidur di ayunan dapat terjawab.


Rujukan: livestrong, babycenter

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here