Bolehkah Tidur Terlentang Saat Hamil Tua

0

Bolehkah tidur terlentang saat hamil tua? Bolehkah.Com – Banyak ibu hamil, khususnya dengan usia kandungan lebih dari tujuh bulan, sering mengalami permasalahan ini.

Meskipun posisi ini dirasa sangat nyaman bagi ibu, nyatanya tidak demikian dengan pengaruh yang diberikan pada janin yang dikandungnya.

Lalu, apa saja bahaya yang dapat ditimbulkan oleh posisi tidur ini bagi kesehatan ibu hamil diusia kehamilan tua?

Bolehkah Tidur Terlentang Saat Hamil Tua – Masalah untuk Janin

Badan kesehatan dunia, WHO, memperkitakan setidaknya terdapat 2,6 juta kasus bayi lahir mati dalam setiap tahunnya.



Sedangkan untuk Indonesia, 19 dari 1000 kelahiran adalah kasus bayi lahir mati.

Bayi lahir mati sendiri dapat didefinisikan sebagai bayi yang mati setelah 20 minggu kehamilan. Sedangkan untuk dibawah 20 minggu disebut keguguran.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Auckland dan diterbitkan dalam sebuah makalah Journal of Physiology, ibu hamil yang tidur dengan posisi terlentang dapat meningkatkan tekanan pada janin yang dikandungnya.

Selain itu, denyut dan aktivitas jantung dapat berubah jika memaksakan tidur dengan posisi ini yang dapat mengakibatkan berkurangnya pasokan Oksigen menuju janin.

Hal inilah yang memperbesar potensi kelahiran bayi mati di dunia.



Meskipun penelitian ini masih terlalu dini untuk disimpulkan, ada baiknya bagi ibu hamil untuk menghindari posisi tidur terlentang untuk menghindari risiko yang dapat terjadi.

Risiko Janin Lahir Mati Semakin Meningkat dengan Tidur Terlentang dan Berbagai Faktor Lainnya

Para ahli meyakini bahwa kasus bayi mati bukanlah hal mudah untuk terjadi dengan hanya satu faktor pemicu saja.

Umumnya, kasus ini sendiri dipicu oleh beragam masalah kesehatan dan gaya hidup ibu hamil yang tidak baik, seperti cacat lahir, permasalahan plasenta, ibu yang merokok, hingga ibu yang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi.

Meskipun begitu, tidur terlentang bagi ibu hamil juga turut andil dalam memberikan dampak buruk kesehatan ini.

Kasus ini biasanya didukung oleh permasalahan kesehatan yang dialami oleh ibu hamil itu sendiri.

Selain itu, tidur terlentang bagi ibu hamil mampu memperburuk sleep apnea, yang tentunya dapat meningkatkan risiko kemungkinan lahir mati akibat gagalnya sistem pernapasannya.

Penelitian ini sebenarnya hanya dilakukan selama kurang lebih 30 menit.

Meskipun belum dikatakan penelitian ini 100% valid, nyatanya tidur dengan posisi terlentang bagi ibu dengan kehamilan tua dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan ibu dan janin..




Posisi Tidur Terbaik Saat Hamil Tua

Posisi tidur terbaik ketika ibu memasuki usia kehamilan tua adalah berbaring menyamping ke sisi kiri atau kanan.

Selain itu, ibu hamil juga dapat melekuk lutut dan menyelipkan bantal di antara kedua kaki/lutut.

Hal ini dapat membantu dalam pelepasan tekanan pada berbagai otot yang berada di sekitar panggul dan pinggul.

Meletakkan bantal di bawah perut ketika berbaring ternyata cukup efektif dalam meringankan tekanan pada area punggung.

Sedangkan posisi setengah duduk dengan bantal diletakkan antara kepala dan punggunjuga dikenal ampuh dalam mengurangi tekanan pada perut dan ulu hati.

Bolehkah Tidur Terlentang Saat Hamil Tua – Kesimpulan

Masih belum banyak penelitian mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan dari tidur terlentang bagi ibu dengan usia kehamilan tua.

Meskipun begitu, ada baiknya untuk menghindari posisi ini untuk mengurangi risiko yang dapat terjadi.

Selain itu, masih banyak posisi tidur lainnya yang sangat dianjurkan untuk diterapkan bagi ibu hamil.

Semoga persoalan mengenai bolehkah tidur terlentang saat hamil tua dapat terjawab dalam tulisan ini.


rujukan: babycenter, webmd, dailymail

Jika suka
tekan "Like!", ya

Gabung di Twitter !




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here