Bolehkah Mencabut Dua Gigi Sekaligus, Bolehkah.Com – Saat mengalami penyakit seputar gigi dan mulut, terkadang kita direkomendasi oleh orang-orang disekitar kita untuk mencabut gigi yang bermasalah.

Lalu bagaimana kalau yang bermasalah ada dua gigi atau bahkan lebih? Bolehkah mencabut dua gigi sekaligus?

Untuk menemukan jawabannya, mari kita telusuri analisa di bawah ini.

Bolehkah Mencabut Dua Gigi Sekaligus – Latar Belakang Cabut Gigi

Mencabut gigi tidak boleh asal-asalan karena bisa berakibat infeksi.

Sebaiknya, telusuri dahulu alasan Anda maupun rekomendasi dokter gigi untuk mencabut beberapa gigi sekaligus.

Berikut dua alasan utama untuk mencabut gigi:

  • Gigi Terlalu Banyak

Walaupun jumlah gigi ideal populer dan sudah diajarkan sejak kanak-kanak, sebenarnya jumlah gigi yang ideal kita miliki tergantung beberapa faktor, yaitu; ukuran rahang, ukuran gigi, jumlah gigi yang tumbuh, serta struktur gigi yang dimiliki.

Bisa dibayangkan, orang yang memiliki rahang kecil namun gigi besar bisa saja memiliki keluhan sakit karena rahangnya terlaku penuh dan menekan saraf-saraf disekitar mulut.

  • Infeksi

Walaupun infeksi gigi dan gusi umumnya dapat terobati setelah mengkonsumsi antibiotik, infeksi yang sangat parah hanya dapat diatasi dengan pencabutan gigi atau operasi.

Selain itu, infeksi tidak hanya terjadi akibat bakteri masuk saja.

Infeksi dapat pula terjadi apabila anda memiliki gigi berlubang, luka di gusi karena sebab apapun, maupun luka dalam akibat gigi yang tidak bisa tumbuh keluar.

Apabila sangat parah atau pasien memiliki alergi terhadap antibiotik, dokter akan menyarankan untuk mencabut gigi.

Apabila memiliki setidaknya salah satu dari keluhan di atas, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi untuk melakukan pencabutan gigi.

Cara Mengetahui Kapan Harus Cabut Gigi

Walaupun sudah merasakan sakit dan memperiksakan diri ke dokter gigi, terkadang kita masih bingung untuk memutuskan apakah mencabut gigi adalah langkah yang tepat.

Tidak apa-apa, bila anda memang bingung silahkan ikuti langkah berikut:

  • Periksa Kembali ke Dokter Apabila Sakit Berlanjut

Apabila dokter memberikan anti biotik dan rasa sakit tidak kunjung hilang, tidak ada salahnya konsultasikan kembali keluhan anda ke dokter.

Berikan perkembangan yang terjadi setelah pemeriksaan sebelumnya agar penyakit tersebut dapat diatasi.

  • Rontgen

Apabila dokter anda tidak menemukan masalah infeksi, mungkin saja ada jabang gigi dibawah gigi dewasa yang tidak bisa keluar dan menekan saraf atau pembuluh darah.

Untuk memastikan hal tersebut anda bisa meminta dokter anda untuk melakukan rontgen. Dengan rontgen permasalahan dalam gusi akan terlihat lebih jelas.

Apabila memang terbukti ada jabang gigi yang mendesak keluar, dokter akan mencabut gigi di daerah jabang tersebut seharusnya keluar.

Dengan rontgen anda juga akan mengetahui apakah gigi anda terlalu banyak untuk keluar di rahang.

  • Cek Alergi dan Penyakit

Setelah pencabutan gigi, anda akan diberi obat penghilang rasa sakit maupun antibiotik.

Nah, agar obat-obat tersebut bekerja optimal anda sebaiknya cek alergi dan penyakit terhadap obat-obat tersebut sebelum cabut gigi.

Apabila gigi terlanjur tercabut anda beresiko mengalami infeksi lain atau efek samping yang tidak bagus saat mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

Perlu dicatat ada beberapa penyakit jantung yang sensitif terhadap antibiotik tertentu maupun kekurangan darah.

Baca juga:

Bolehkah Mencabut Dua Gigi Sekaligus – Kesimpulan

Apabila anda sudah membaca analisis dan saran yang tertera diatas, anda dapat menentukan sendiri untuk mencabut gigi-gigi yang bermasalah atau tidak.

Sebelum menarik kesimpulan sendiri, konsultasi dengan dokter gigi akan selalu menjadi pilihan tepat.

Bolehkah mencabut dua gigi sekaligus? Boleh saja, asal jangan gegabah dalam mencabut gigi karena kesehatan gigi akan lebih terjamin saat masih lengkap dibanding setelah hilang disana-sini.


rujukan: webmd, ncbi

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here