Bolehkah Tidur Dengan Lampu Menyala, Bolehkah.Com – Cara untuk tidur merupakan permasalahan yang sering diperdebatkan oleh masyarakat.

Terlebih lagi, isu tersebut sering menjadi bahan berita dengan kesimpulan yang berbeda-beda sehingga tidak mudah untuk mengetahu info mana yang benar.

Belum lagi, banyak orang Indonesia yang terbiasa tidur dengan lampu menyala sehingga kontradiksi dalam diskusi seringkali terjadi.

Jadi, sebenarnya bolehkah tidur dengan lampu menyala? Simak ulasannya berikut ini.



Bolehkah Tidur Dengan Lampu Menyala – Efek Samping

Beberapa orang mengatakan tidur dengan lampu menyala ternyata memberikan efek buruk bagi tubuh kita, diantaranya:

  • Turunnya Produksi Melatonin

Setelah matahari terbenam, tubuh kita memproduksi hormon melatonin. Fungsi dari hormon ini adalah memberi sinyal pada otak kita untuk berhenti bekerja.

Hormon ini sangat berguna untuk membuat kita mengantuk dan akhirnya bisa tidur dengan nyenyak.

Sayangnya, karena terang lampu di sekitar kita, produksi melatonin terganggu dan sebaliknya produksi hormon kortisol malah meningkat.

Hormon kortisol seharusnya diproduksi mulai ketika kita bangun tidur, karena hormon ini berguna untuk memberi otak sinyal untuk bekerja dan membuat kita lapar.

  • Tubuh Kekurangan Fase Tidur REM

REM (Rapid Eye Movement) adalah fase tidur dimana tubuh kita memperbaiki sel-sel rusak (atau dapat dibiliang efek restoratif) sehingga tubuh kita terasa ‘segar kembali’ saat bangun.

Kekurangan fase REM mengakibatkan kita susah bangun dan saat bangun merasa lemas atau sangat capai.

  • Penyakit Bertambah

Karena kedua faktor diatas, penyakit juga akan menumpuk dalam jangka lama.

Misalnya, karena hormon kortisol tidak berhenti pada jam tidur, kita menjadi lapar dan makan larut malam hal ini dapar menyebabkan diabetes dan obesitas.




Selain itu, ada pula penyakit yang disebabkan oleh cahaya lampu (terutama cahaya spektrum biru) misalnya myopi dan kanker.

Cara Mengatasi Efek Buruk Lampu di Jam Tidur

Mau tak mau, kita pasti memiliki kesibukan masing-masing saat jam malam. Namun, ada beberapa cara untuk mengatasi efek yang telah dilansir diatas, yaitu:

  • Kurangi Pemakaian Cahaya Lampu Setelah Matahari Terbenam

Dalam penelitian yang terlansir, spektrum cahaya yang menimbulkan efek buruk adalah cahaya ‘biru’.

Maka, kurangilah pemakaian cahaya biru tersebut, misalnya dengan mengganti lampu dengan cahaya yang cenderung hangat/oranye.

Sebaiknya hal ini dilakukan setelah matahari terbenam agar tubuh dapat memproduksi hormon melatonin dengan lebih optimal.

Bagi anda yang tidak bisa tidur dalam ruang gelap, pasanglah lampu otomatis yang bisa meredup atau bertambah terang dalam jangka waktu tertentu.

  • Kurangi Pemakaian Gadget Mendekati Waktu Tidur

Tidak hanya lampu, gadget pun juga memiliki cahaya spektrum biru yang berakibat buruk bagi kesehatan anda.

Kalau bisa, kurangi waktu-waktu pemakaian gadget sebelum tidur. Bagi anda yang memang sibuk dengan kerjaan, anda bisa mengurangi intensitas cahaya dalam ponsel atau komputer anda.

Untuk smartphone, anda dapat menggunakan ‘read mode’ agar cahaya yang dikeluarkan ponsel cenderung kekuningan.

Apabila ponsel anda masih terlalu terang, anda dapat menggunakan beberapa aplikasi yang bias mengatur cahaya ponsel.

Aplikasi tersebut dapat digunakan juga untuk komputer dan pengaturannya lebih fleksibel dibanding pengaturan bawaan cahaya di gadget anda.

Baca juga:

Bolehkah Tidur Dengan Lampu Menyala – Kesimpulan

Nah, dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa tidur dengan lampu menyala tidak baik untuk kesehatan.

Cara tidur seperti itu dapat merusak kerja hormon dalam tubuh dan memicu penyakit-penyakit seperti diabetes, myopi, bahkan kanker.

Lain kali, jawablah tidak pada pertanyaan ‘bolehkah tidur dengan lampu menyala?


rujukan: webmd, ncbi

Jika suka
tekan "Like!", ya

Gabung di Twitter !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here