Bolehkah Tidur Setelah Makan, Bolehkah.Com – Sebenarnya, bolehkah tidur setelah makan? Setelah beraktifitas seharian, menikmati sajian sederhana untuk mengganti kalori yang hilang terasa sangat nikmat.

Setelah itu, biasanya rasa kantuk mulai menyerang, menarik kedua kelopak mata untuk menutup bersamaan.

Gambar Foto Bolehkah Tidur Setelah Makan Apa Bahaya Efek SampingnyaDi balik rasa nyaman sesaat yang dirasakan, ternyata ada beberapa bahaya yang mengancam.

Mungkin ada baiknya untuk tahu lebih detail tentang bahaya yang dimaksud sekaligus penyebabnya.

Bolehkah Tidur Setelah Makan – Penyebab Rasa Kantuk Setelah Makan

Bagi sebagian orang, alasan mereka untuk berbaring sejenak setelah menikmati santapan adalah serangan rasa kantuk.

Hal ini sewajarnya terjadi karena otak mengalihkan fokus kerja ke lambung. Sebagian besar sel darah merah dikerahkan untuk membantu proses pencernaan di lambung.




Kemudian, semua nutrisi disalurkan ke seluruh bagian tubuh.

Akibatnya, sel tubuh yang lain merasa lelah, dan merasa perlu untuk beristirahat sejenak. Terlebih lagi, beberapa sel di dalam otak beraksi terhadap rangsangan terkecil dari glukosa.

Umumnya tepat setelah makan, kadar glukosa akan menurun, dan membuat sel ini melemah.

Setelah makanan selesai dicerna, level glukosa akan kembali normal dan membuat tubuh bertenaga.

Tidak ada langkah pasti yang bisa diambil untuk mencegah rasa kantuk ini, karena hal ini merupakan bagian dari metabolisme tubuh.

Hal yang paling mungkin dilakukan adalah mengurangi jumlah makanan yang disantap, dan juga kandungan gula serta karbohidratnya.

Mengganti menu makan siang dengan salad juga mampu menekan rasa kantuk yang datang.

Bolehkah Tidur Setelah Makan – Bahaya Tidur Setelah Makan

Banyak orang yang mengaitkan antara kegemukan dan tidur setelah makan. Sebenarnya, hal ini tidak sepenuhnya benar.




Seseorang mengalami kenaikan berat badan ketika ia tidak membakar kalori berlebih dalam tubuhnya.

Jika dibandingkan antara orang yang tidur setelah makan pada siang hari dan orang yang tidur setelah makan pada tengah malam, maka kasus kedua lebih cenderung mengakibatkan kegemukan daripada kasus pertama.

Ketika seluruh organ beristirahat, lambung masih tetap bekerja keras untuk mencerna makanan yang baru saja masuk.

Sebagai akibatnya, lambung akan memproduksi asam berlebih. Ketika terbangun, tak jarang orang tersebut akan merasakan sebah atau mulas.

Terkadang, gejala tersebut diikuti rasa terbakar yang menjalar dari lambung ke dada.

Gambar Foto Bolehkah Tidur Setelah Makan Mengapa Apa AlasannyaAda juga respons lain yang mungkin dimunculkan oleh tubuh.

Masalah ini dimulai ketika katup penghubung antara esofagus dan lambung tidak menutup dengan rapat.

Tidur dengan posisi terlentang memicu terbukanya katup ini.




Kemudian, celah ini menjadi jalan bagi asam lambung untuk masuk ke dalam saluran esofagus, yang mungkin memicu rasa mual ketika terbangun.

Lebih parahnya lagi, tidur setelah makan meningkatkan resiko terkena penyakit stroke.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Medis Universitas Ioannina di Yunani, mereka yang memberi jeda lebih lama sebelum tidur setelah makan memiliki resiko lebih rendah untuk terserang penyakit stroke.

Target penelitian adalah 500 pasien sehat. Separuhnya pernah terserang stroke, sedangkan separuh yang lain memiliki riwayat penyakit koroner.

Penyebab pasti dari keterkaitan yang kuat antara kedua faktor belum dapat dijelaskan secara pasti.

Namun naiknya asam lambung di dalam perut meningkatkan kemungkinan kesulitan bernafas ketika tidur (apnea).




Hal ini memiliki hubungan yang kuat dengan stroke. Beberapa pendapat lain mengatakan bahwa naik turunnya kadar gula dalam darah ketika tubuh tertidur mungkin menjadi alasan meningkatnya resiko stroke.

Baca juga:

Bolehkah Tidur Setelah Makan – Kesimpulan

Tidur sangat diperlukan oleh tubuh, dan idealnya seluruh organ dalam juga ikut rehat dari kegiatan rutinnya.

Namun sayangnya, banyak orang yang membiarkan lambung bekerja keras ketika otak dan organ tubuh yang lain beristirahat.

Cobalah untuk mengatakan tidak ketika otak anda bertanya: “bolehkah tidur setelah makan?”, terutama setelah mengetahui akibat buruknya.


source: livestrong, newhealthadvisor, huffingtonpost

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
0Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here