Bolehkah Senam Aerobik Setelah Melahirkan, Bolehkah.Com – Pertanyaanyang umumnya dilontarkan oleh para ibu yang baru saja melewati masa persalinan.

Jawaban untuk pertanyaan ini akan semakin dicari, terutama oleh para ibu yang bekerja di kantor, agar dapat segera kembali ke bentuk tubuh semula.

Gambar Foto Bolehkah Senam Aerobik Setelah Melahirkan Mengapa Apa AlasannyaSebelum memulai rutinitas yang cukup menguras fisik ini, ada baiknya para ibu mempertimbangkan beberapa hal berikut.

Bolehkah Senam Aerobik Setelah Melahirkan – Waktu yang Tepat

Setelah melahirkan, si ibu telah mengurangi setidaknya sepertiga dari total massa tubuhnya. Sayangnya, hal ini tidak berarti berat badan si ibu juga menurun.

Pada masa menyusui, berat badan ibu bahkan hampir sama dengan ketika hamil. Karena itulah, banyak ibu yang melirik aerobik sebagai jalan keluarnya.

Menurut ahli olahraga, dengan melakukan olaharaga secara teratur, si ibu dapat meningkatkan energi dan kualitas tidur, serta mengurangi tingkat stress.

Olahraga yang dimaksud tentu saja berbeda dengan rutinitas si ibu setiap hari: menggendong anak sembari menyuapi, kemudian menidurkan si kecil sembari menggendong.

Meskipun melelahkan, kegiatan ini dilakukan terputus putus dengan jeda waktu yang terlalu panjang.

Olahraga rutin yang ideal bagi ibu yang baru saja melahirkan sebaiknya dilakukan 150 menit per minggu. Lalu, kapan bisa dimulai?

Jawabannya tergantung pada tingkat olahraga si ibu sebelum melahirkan dan juga jenis persalinan yang dijalani.

Gambar Foto Bolehkah Senam Aerobik Setelah Melahirkan Apakah Ada Efek SampingnyaIbu yang aktif melakukan olahraga pada masa kehamilannya dan melalui persalinan normal biasanya dapat memulai aerobik pada hari ke 10-14 pasca melahirkan.

Namun jika si ibu yang rutin berolahraga sebelum melahirkan melalui operasi cesar, maka dia dianjurkan untuk memulai aerobik pada minggu ketiga.

Yang pasti, selama bekas jahitan setelah melahirkan masih mengeluarkan darah, si ibu sebaiknya tidak melakukan olahraga berat.

Beri waktu lebih lama bagi tubuh untuk pulih dari kerusakan akibat melahirkan.

Bolehkah Senam Aerobik Setelah Melahirkan – Memulai Dengan Benar

Di minggu awal setelah melahirkan, si ibu mungkin merasa pegal dan kebas, karena menghabiskan sebagian waktunya di atas tempat tidur.

Meskipun terlihat sederhana dan ringan, para ibu tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga yang mengencangkan otot perut.

Pasca melahirkan, sangat umum bagi para ibu untuk mengalami pemisahan otot di bagian perut.

Antisipasi paling tepat untuk si ibu adalah dengan memeriksakan kondisi otot perut ke dokter yang menangani persalinan.

Rutinitas yang paling memungkinkan untuk melatih otot perut adalah dengan kegel set.

Jika ibu membutuhkan penyegaran lebih, olahraga sederhana yang dapat dilakukan adalah berjalan kaki.

Melangkahlah dengan perlahan, dimulai dengan satu putaran kompleks, kemudian meningkat secara perlahan.

Setelah tubuh si ibu siap untuk memasuki tahap aerobik, hari pertama sebaiknya dimulai dengan 60% dari total beban yang biasanya dijalani si ibu.

Selalu perhatikan kecepatan denyut nadi para ibu. Ingatlah bahwa tubuh perlu menyesuaikan dengan perubahan drastis yang dialami dalam satu bulan terakhir.

Jangan lupakan fakta bahwa si ibu juga mungkin tidak mendapatkan jam tidur yang cukup.

Setelah tubuh bisa menyesuaikan beban 60%, perlahan naikkan menjadi 75%. Apabila si ibu baru pertama kali mencoba aerobik, naikkan bebannya pada minggu kedua.

Ketahanan tubuh akan meningkat jika si ibu berlatih dengan beban 85%.

Untuk mencapai angka ini, langkah terbaik adalah dengan menaikkan tingkatannya secara perlahan, bukan menyeret tubuh untuk mengikuti latihan terberat yang ada.

Bolehkah Senam Aerobik Setelah Melahirkan – Kesimpulan

Olahraga sangat penting untuk tubuh wanita, baik pada masa kehamilan maupun setelah melahirkan si buah hati.

Namun demikian, si ibu tidak boleh terburu-buru memulai rutinitas ini. Aerobik akan menggerakkan hampir seluruh otot pada tubuh.

Jadi jika ditanya “bolehkah senam aerobik setelah melahirkan?”, jawabannya boleh saja, asalkan tubuh sudah siap untuk bergerak aktif.


Source: mayoclinic, howstuffworks, fitpregnancy

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
6Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here