Bolehkah Makan Ikan Lele Saat Hamil, Bolehkah.Com – Adakah yang yakin untuk menjawab pertanyaan: “bolehkah makan lele saat sedang hamil?”

Gambar Foto Bolehkah Makan Ikan Lele Saat Hamil menurut Kedokteran Medis Kesehatan KlinisAda alasan mendasar mengapa perdebatan ini berlangsung untuk waktu yang lama. Ikan memiliki kandungan DHA yang sangat baik untuk si buah hati.

Namun, ada juga ancaman merkuri yang membayangi. Jika menimbang kedua faktor ini, manakah yang akan lebih diberatkan?

Bolehkah Makan Ikan Lele Saat Hamil – Manfaat Lele

Salah satu jenis ikan yang paling mudah ditemukan di pasaran adalah ikan lele. Sebelum menyantap ikan ini, ada baiknya mencari informasi lebih tentang kandungan gizinya.

Dalam setiap tiga ons penyajian daging ikan lele, terdapat kandungan lemak, protein, vitamin B dan fosfor.

Lele mengandung asam lemak Omega 3 yang cukup tinggi, yakni 0.2 sampai dengan 0.3 gram per tiga ons daging.

Gambar Foto Bolehkah Makan Ikan Lele Saat Hamil Kandungan Gizi dan ManfaatnyaKandungan ini sangat baik untuk perkembangan sel otak si janin dalam rahim.

Selain itu, ikan lele juga mengandung 15.7 gram protein yang bisa diserap tubuh.

Untuk konsumsi harian, jumlah ini memenuhi 34% kebutuhan protein wanita.

Vitamin B juga ditemukan dalam daging ikan lele.

Dalam satu sajian, si ibu sudah mendapatkan 40% kebutuhan hariannya.

Dengan demikian tubuh bisa memcah makanan menjadi energi.

Ikan lele juga mengandung fosfor, salah satu jenis mineral yang jumlahnya harus stabil di dalam tubuh.

Jika tidak, ibu hamil terancam mengalami gangguan kesehatan dan sendi serta mudah lelah.

Tak perlu khawatir tentang kandungan merkuri di dalamnya. Lele termasuk ikan yang rendah merkuri, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Bolehkah Makan Ikan Lele Saat Hamil – Cara Mengolah Si Lele

Dapatkan semua kebaikan si lele tanpa mengikutsertakan semua bahaya yang mungkin ada di dalamnya. Caranya adalah dengan mengolah ikan berkumis ini dengan tepat.

Peringatan pertama adalah untuk tidak mengkonsumsi ikan lele tanpa dimasak atau yang diproses setengah matang.

Dengan proses pengolahan ini, bakteri sejenis Listeria masih bertahan hidup. Berhati-hatilah sejak dari proses pembelian.

Ketika berkunjung ke pasar, pastikan untuk membeli ikan lele segar. Kalau ikan lele tidak langsung dimasak, pastikan untuk menyimpannya di lemari pembeku agar tetap segar dan tidak busuk.

Gunakan alas potong yang berbeda dengan alas potong sayur ketika membersihkan ikan lele. Jangan lupa untuk membuang lemak berlebih dan jeroannya.

Jika si ibu menyukai makanan laut berbumbu, ukur penggunaan rempah sehingga cukup untuk satu kali masak saja dan mengurangi jumlah garam. Akan lebih baik lagi jika si ibu menggunakan minyak zaitun atau canola ketika memasak,

Cara memasak terbaik adalah yang dapat meminimalisir kadar kolesterol adalah memanggang dan membakar.

Ketika mengolah ikan lele, gunakan termometer khusus untuk memasak mengukur suhu daging di bagian dalam.

Pastikan angka di termometer menunjuk pada angka 145° Fahrenheit atau sekitar 63° Celcius. Jika sudah mencapai suhu ini, ada beberapa tanda yang terlihat pada daging ikan lele.

Ketika warnanya sudah berubah menjadi putih, berarti ikan lele tersebut sudah matang. Jika dimasak dalam bentuk filet, maka daging ikan akan mudah hancur dengan sedikit sentuhan.

Sembari memasak, pastikan semua bagian ikan lele sudah matang. Jika ikan lele digoreng terlalu matang, buang bagian yang berwarna hitam.

Baca juga:

Kesimpulan – Bolehkah Makan Ikan Lele Saat Hamil

Ikan pada umumnya memiliki kandungan giz yang baik untuk ibu hamil. Ikan lele sangat direkomendasikan untuk mendukung perkembangan janin karena memiliki kandungan nutrisi terlengkap dan tertinggi dibandingkan ikan air tawar lainnya.

Jadi, bolehkah makan ikan lele saat hamil? Boleh, asal pengolahannya pun tetap diperhatikan.


Referrensi: whattoexpect, americanpregnancy, fda, livestrong

Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
30Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here