Bolehkah Makan Ikan Hiu, Bolehkah.Com – Ketika dihujani pertanyaan ini, tidak semua orang berani untuk langsung mengijinkan atau membatasi konsumsi ikan hiu.

Gambar Foto Bolehkah Makan Ikan Hiu dan Siripnya Apa Dampak Bagi TubuhBeberapa debat terkait konsumsi ikan ini pun seolah tak berujung dan uniknya bertahan selama beberapa tahun.

Aktivis lingkungan hidup menyuarakan dengan keras penolakan atas perburuan hiu untuk konsumsi.

Suara ini seakan tak didengar oleh mereka yang tetap menikmati semangkuk hangat sup sirip ikan hiu di meja makannya.

Bolehkah Makan Ikan Hiu – Sejarah Konsumsi Ikan Hiu

Penggunaan ikan hiu sebagai bahan masakan pertama kali diketahui pada jaman dinasti Ming di Cina, sekitar tahun 1368-1644. Para penikmatnya pada masa itu meyakini bahwa daging ikan hiu memiliki manfaat kesehatan.

Terhitung mulai masa itu, kuliner ikan hiu menjadi hidangan khas kerajaan dan juga jamuan wajib untuk pertemuan kenegaraan.

Negara lain melihat hal ini sebagai peluang dan meniru konsep restoran Cina untuk mengolah daging ikan hiu.




Banyak ide masakan yang lahir dari satu jenis daging ini saja: disajikan dingin, panas, dibekukan, dan dikalengkan.

Ada juga yang memanggang dagingnya dengan minyak olive. Panganan ini lebih populer dengan sebutan Mako di kalangan para penggemarnya.

Dari keseluruhan bagian ikan hiu, bagian yang dijual dengan harga termahal adalah siripnya. Untuk sirip kualitas standar saja, setidaknya restoran harus membayar sepuluh juta rupiah dan milyaran rupiah untuk sirip kualitas terbaik.

Setiap kilonya, sirip ikan hiu dihargai sekitar lima belas juta rupiah. Setelah diolah menjadi sup pun, harganya masih tergolong tinggi: tiga juta rupiah per mangkok.

Tidak hanya uang saja yang harus dibayar untuk semangkuk hidangan ini. Setiap tahun, setidaknya seratus ekor ikan hiu diburu hanya untuk diambil siripnya.

Praktek pengambilan sirip ini sudah berlangsung dari jaman dinasti Ming. Hiu hasil buruan, diambil siripnya, kemudian dikembalikan ke laut. Hal ini tentu saja membuat si hiu kehilangan keseimbangan dan perlahan lahan mati.

Bolehkah Makan Ikan Hiu – Bahaya Konsumsi Ikan Hiu

Berdasarkan standar makanan di New Zealand, ikan adalah sumber protein terbaik. Namun, tidak semua ikan mengandung nutrisi baik.

Predator tingkat atas seperti hiu memiliki kandungan merkuri yang tinggi. Hiu menumpuk senyawa berbahaya seperti arsenik dari ikan buruan mereka. Beberapa penelitian dilakukan pada potongan daging hiu kaleng yang dijual di toko serba ada.




Gambar Foto Bolehkah Makan Ikan Hiu Mengapa Apa AlasannyaHasilnya, mereka yang mengkonsumsi 120 gram daging hiu telah mengkonsumsi jumlah merkuri yang dapat ditoleransi oleh tubuh.

Penemuan ini bisa saja ditolak jika pernyataan ini hanya berlaku pada satu jenis merk saja. Nyatanya, tiga perempat sample yang diambil menunjuk pada kesimpulan serupa.

Yang lebih mengejutkan lagi, senyawa arsenik terkonsentrasi pada bagian sirip, yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Cara pengolahan tidak berpengaruh pada jumlah kandungan besi pada ikan.

Arsenik bukanlah zat yang bersahabat untuk kesehatan tubuh. Satu tetes saja dapat membunuh semua sel. Bahkan dalam jumlah kecil, zat ini merusak paru-paru dan kulit.

Ketika tubuh berusaha membersihkan efek buruknya, ginjal dan hati sebagai penyaring racun pun ikut rusak.

Akibatnya, tidak semua arsenik terbuang, dan sejumlah kecil masuk ke dalam aliran darah. Hal ini mempengaruhi sel tubuh dan memicu pertumbuhan sel kanker.

Jika arsenik menggumpal dalam pembuluh darah, konsumennya dapat terkena serangan stroke.




Baca juga: Bolehkah Makan Ikan Asin Saat Hamil

Kesimpulan

Sebelum adanya trend mengkonsumsi ikan hiu, hewan ini populer sebagai ikon monster penguasa lautan. Gambaran ini berhasil membuat sebagian orang kagum dengan kekuatan dan keagungannya.

Untuk beberapa yang lain, stimulasi ini justru semakin membangkitkan keinginan untuk memburu ikan hiu.

Alasan utamanya? Permintaan pasar yang cukup tinggi. Jadi, “bolehkah makan ikan hiu?”. Silahkan Anda yang menilai sendiri.


Link: miaminewtimes, sharksider




Yuk, Bagikan pada Orang Terdekat!
48Shares




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here